Dari Labu Siam Tercipta Salep Pengobat Kanker Kulit

Dari Labu Siam Tercipta Salep Pengobat Kanker Kulit

Sekelompok mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti manfaat labu siam. Hasilnya, ekstrak sayur buah yang dikenal dengan sebutan jipang itu dijadikan salep dan bisa untuk mengobati kanker kulit.

Adalah Dwi Jami Indah Nurhasanah, Bening Larasati, Dea Febiansi, dan Dhella Apriliandha Roshitafandi yang mengadakan penelitian untuk mengetahui senyawa antikanker dalam labu siam secara detail.

Mereka mengadakan uji kualitatif, uji kuantitatif, serta uji anti proliferasi menggunakan sel line yang memiliki sifat proliferasi yang sama dengan sel kanker. Sampel yang diuji berupa ekstrak labu siam dalam bentuk pasta.

Uji kualitatif adalah uji kromatografi lapis tipis, sedangkan uji kuantitatif adalah uji spektrofotometri. Dalam pengujian, labu siam dibagi menjadi tiga parameter berdasarkan ukuran buahnya. Asumsinya, semakin besar ukuran buah, maka umur dari buah tersebut semakin tua.

“Hasilnya, menunjukkan dari ketiga parameter umur labu siam yang digunakan, semuanya mengandung senyawa saponin dan flavonoid yang merupakan senyawa metabolit sekunder dan mempunyai sifat sebagai antikanker,” ucap Indah, belum lama ini.

Selanjutnya, mengolah labu siam menjadi ekstrak. Ekstrak tersebut diolah dalam bentuk salep dan hasil uji antiproliferatif menunjukkan positif. “Artinya, ekstrak labu siam yang diujikan dapat menghambat pertumbuhan sel,” ujar mahasiswa UGM tersebut.

Indah menuturkan, penelitian ini bermula dari keprihatinan terhadap kanker kulit Melanoma maligna merupakan salah satu jenis kanker yang bersifat ganas, cepat menyebar, dan menyebabkan kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat, setidaknya terdapat 3.300 kasus melanoma baru yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Melanoma dapat muncul pada kulit normal atau berawal dari tahi lalat. Perubahan tahi lalat normal menjadi melanoma ini terkadang tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat.

Mahasiswa UGM ini menilai, selain sebagai terobosan unik, salep tersebut juga meningkatkan nilai ekonomis labu siam yang selama ini hanya dianggap sebagai sayur pelengkap. Padahal, labu siam memiliki banyak manfaat lainnya

Advertisements

Cita-Cita Bocah SD Ini Bikin Jokowi Tertawa

Cita-Cita Bocah SD Ini Bikin Jokowi Tertawa

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau. Ia menghibur anak-anak dengan beberapa trik sulap yang ia pelajari beberapa hari sebelumnya.

Selain memamerkan pertunjukan sulap, Jokowi juga menyelipkan pesan tentang perilaku bullying atau perundungan di kalangan pelajar yang marak terjadi akhir-akhir ini.

“Tugasnya anak-anak harus belajar yang keras, tidak boleh ada yang mem-bully, mencela, cemooh,” nasihat Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, seperti dilansir Antara, Minggu (23/7/2017).

Kepada anak-anak, Jokowi mengajak agar belajar saling menghargai dan saling membantu kepada teman. Jangan pernah menyakiti teman.

“Harus saling menghargai, bantu menolong. Kalau ada teman sakit ditengok, pas nengok jangan lupa bawa roti, bawa makanan biar cepat sembuh. Setuju kalau mencemooh, mengejek itu tidak boleh?” tanya Presiden kepada anak-anak.

“Setuju,” jawab anak-anak, kompak.

Seperti biasa, pada kesempatan kali ini, Jokowi juga membagi-bagikan sepeda kepada anak-anak, dengan terlebih dulu memberikan kuis.

Kuis pertama Jokowi dimulai dari pertanyaan kepada seorang anak bernama Rafi Fadila, dari SD N 36 Pekanbaru, yang bercita-cita menjadi YouTuber kaya.

Mendengar tingkah lucu dan polos Rafi tersebut, Jokowi semakin bersemangat melontarkan pertanyaan.

“Boleh, termasuk menjadi petani yang sukses, jadi dokter yang baik, dan termasuk Youtuber, dengan giat belajar,” kata Jokowi.

Tidak hanya Rafi, sejumlah pelajar lainnya juga berkesempatan mengikuti kuis dari Presiden. Mulai dari pernyataan tentang nama-nama provinsi, hingga pertanyaan terkait alat-alat pernapasan pada hewan.

“Saya bangga anak-anak mukanya cerah, tentu menggambarkan memiliki optimisme. Ada yang bisik-bisik, pak minta selfie, berani sekali kan,” ujar Jokowi, tersenyum.

Kekerasan Anak di Riau Tinggi

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise mengakui bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi, khususnya di Riau.

“Ada hal lain yang menjadi masalah di seluruh Indonesia, khususnya di Riau. Riau tercatat terbesar nomor dua di Indonesia untuk kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), pernikahan dini anak, dan lebih miris lagi trafficking anak di Batam, termasuk Tanjung Pinang,” ujar dia dalam sambutannya.

Yohanna berharap agar Forum Anak Nasional yang menjadi wadah pendahuluan peringatan Hari Anak Nasional (HAN), dapat bersama-sama pemerintah menyosialisakan kampanye anti-kekerasan terhadap anak-anak.

“Ibu Menteri tadi menanyakan langsung, apakah masih ada pernikahan usia muda? Anak-anak masih kecil dipaksakan untuk menikah, apakah anak-anak setuju menikah di usia muda?” tanya Yohana kepada anak-anak.

“Tidak,” jawab anak-anak.

“Setelah itu masih ada kasus kekerasan terhadap anak, orangtua masih pukul anak tidak?” tanya Yohana, lagi.

“Masih,” jawab anak-anak.

“Wah, ini berarti keluarga belum ramah anak, di sekolah guru-guru masih pukul anak tidak?” tanya Yohana.

“Masih,” jawab anak-anak yang berjumlah sekitar 3.000 itu.

“Mana gurunya dipanggil ibu Menteri. Berhadapan dengan anak-anak tidak boleh ada kekerasan fisik, tidak boleh ada baku pukul, tidak boleh ada bullying anak-anak, diingatkan, jangan ada bullying anak,” Yohana menegaskan.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Istri Wakil Presiden, Mufida Kalla.

Selain itu, Menteri Sekretariat Kabinet Pratikno, Kepala Badan Kreatif Indonesia Triawan Munaf, serta Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat beserta istri.

Perbedaan Sebagai Penguat Bukan Menghancurkan

Perbedaan Sebagai Penguat Bukan Menghancurkan

Keberlangsungan suatu negara dan bangsa sangat ditentukan oleh tekad persatuan dan kesatuan, serta sinergi yang positif di antara berbagai komponen bangsa untuk menjaganya.

Pernyataan ini disampaikan oleh F Iriani Sophiaan, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) saat memandu acara diskusi publik bertema ‘Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia’, yang digelar BARA UI, Sabtu (22/7/2017), di Jakarta.

Menurut dosen yang aktif di Forum Bela Negara Alumni UI (BARA UI) ini, pro dan kontra di antara pilar kebangsaan adalah hal biasa, yang harus dihargai sebagai dinamika yang melekat, dan merupakan keniscaayaan yang tak mungkin dinegasikan.

“Kondisi pro kontra seharusnya menjadi penguat dan terus bergerak dalam mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Bukan sebaliknya untuk menghancurkan,” kata Iriani.

Terkait hal ini, lanjut dia, Indonesia beruntung memiliki prasyarat yang terbingkai menjadi satu.

Di tempat yang sama, pengajar di King Fahd University, Arab Saudi, Profesor Sumanto Al Qurtuby mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak terpengaruh dengan situasi konflik di Timur Tengah.

Sebab, kata Sumanto, konflik di Timur Tengah sebetulnya tidak terkait keagamaan seperti yang dipersepsikan masyarakat Indonesia selama ini, melainkan lebih karena perebuatan kekuasaan atau politik.

Karena itu, kata dia, jangan memaknai konflik di Timur Tengah sebagai konflik agama.

“Indonesia jangan terpengaruh ke sana. Itu semata-mata karena politik,” ucap Sumanto yang juga mengajar di Nasional University Singapura.

Sumanto menjelaskan, di Timur Tengah, kelompok Sunni dan Syiah hanya merupakan faksi, dan keduanya tidak saling memerangi. Sebaliknya keduanya berperang melawan kelompok radikal.

Jepang Kuasai Hari Kedua Asian Triathlon Championship 2017

Jepang Kuasai Hari Kedua Asian Triathlon Championship 2017

Hari kedua perhelatan Asian Triathlon Championship (ASTC) 2017 bertempat di kompleks Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (22/7/2017) mempertandingkan kelas U23, Elite Men dan junior. Jepang kembali menunjukan kelasnya sebagai yang terbaik di Asia. Sebelumnya di kategori putri seluruhnya direbut oleh negara Matahari Terbit tersebut.

Pada kategori pria, kelas elite men dan U23 Jepang menempatkan urutan satu sampai tiga yang diikuti sebanyak 63 peserta. Atlet Indonesia yang turun yaitu Jauhari Johan, Novaris dan Ahlul berada di urutan tengah.

Untuk kategori elite men dimenangkan oleh Jumpei Furuya dengan catatan waktu 01.54.22 menit. Urutan kedua Makoto Odakura dengan waktu 01.54.48 dan urutan ketiga Tamaguchi dengan waktu 01.54.56 menit yang seluruhnya merupakan atlet Jepang.

Di kelas U23 tiga atlet Jepang kembali berdiri di atas podium urutan pertama Koki Yamamoto dengan wakti 01.58.09 menit, urutan kedua Takanori Sugihara dengan waktu 01.59.46 menit dan urutan ketiga Genta Uchida dengan waktu 02.00.36 menit.

Sedangkan peserta junior men berjumlah 56 ini, menempatkan Hong Kong di urutan pertama, Taipei di urutan kedua dan China di tempat ketiga.

Lomba dimulai dengan renang sepanjang 1,5 kilometer di venue dayung, disambung dengan bersepeda menempuh jarak 40,7 kilometer (6 lap) dan lari 10 menempuh jarak 10,3 kilometer (4 lap) dengan total jarak sekitar 52 kilometer untuk kelas elite dan U23.

Untuk kelas junior peserta harus menyelesaikan renang selama 750 meter, sepeda 20,35 km (3 lap ) dan lari 5,15 km (2 lap).

Saat pertandingan kondisi cuaca cukup terik, yaitu 28 derajat celsius. Kondisi ini membuat atlet keletihan saat menyentuh garis finis.

Novaris atlet Indonesia yang turun di kelas elite harus keluar lebih cepat karena mengalami cedera di dua lap terakhir tahapan lari.

Pelatih Jepang, Jhon Maurice Patrick mengaku bangga karena dari kategori putri dan putra bisa menjuarai di kelasnya masing-masing. Hal itu diakui tidak terlepas dari porsi latihan yang diberikan tim pelatih dalam menyambut ASTC ini.

“Sudah diprediksi Jepang akan menang, karena banyak atlet Jepang yang berpotensi menjadi penguasa Triathlon tingkat Asia ini,” ungkap dia.

Juara pertama kelas elite men, Jumpei Furuya bangga bisa menjadi yang tercepat dan mengalahkan atlet sesama Jepang. Bahkan peringkat satu Asia yaitu Odukora bisa dikalahkannya.

“Meski bersaing dengan sesama Jepang kami harus sportif, saat lomba tadi benar-benar menguras tenaga karena cuaca yang sangat panas,” ungkapnya.

Presiden Triathlon Indonesia, Mark Sungkar menerangkan setelah dua hari event di gelar bisa dikatakan sukses meskipun masih ada kekurangan. Baik Presiden ITU dan ASTC memuji panitia pusat maupun lokal yang mampu menyelenggarakan gelaran sebagai tes event Asian Games.

Dihari terakhir atau race ketiga, Minggu (23/7) masih mempertandingkan kelas mixed relay tim dan age grup start yang dimulai pukul 07.00.

Fahri Hamzah: Belum Tentu UU Pemilu Permudah Jokowi di 2019

Fahri Hamzah: Belum Tentu UU Pemilu Permudah Jokowi di 2019

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah optimistis pengesahan Undang-Undang (UU) Pemilu tidak akan mempermudahkan langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk kembali maju pada Pilpres 2019. Anggota dewan, sebelumnya, menyetujui ambang batas bagi parpol untuk mengajukan calon presiden (presidential threshold) menjadi 20-25 persen.

“Kita enggak tahu nasib Pak Jokowi, bisa jadi juga enggak dapat tiket (maju pilpres). Siapa bilang dapat tiket? Belum tentu,” ucap Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2017).

Mantan politikus PKS ini menyatakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, lebih mempunyai peluang tinggi untuk maju di Pilpres 2019 dibandingkan mantan Wali Kota Surakarta tersebut. Sebab, kata dia, Prabowo mempunyai pengaruh besar di partainya.

“Tidak ada jaminan untuk Pak Jokowi. Kalau Pak Prabowo, modal itu real ada di tangannya,” ujar Fahri.

Sebelumnya, pengesahan RUU Pemilu diwarnai dengan walkout-nya empat fraksi di DPR, yakni Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS. Mereka meninggalkan ruang rapat paripurna dan tidak mengikuti opsi voting pengesahan RUU Pemilu.

Mereka menyepakati voting RUU Pemilu dilakukan pada Senin 24 Juli mendatang.

Meski begitu, voting tetap dilakukan. Hasilnya, anggota DPR yang hadir dalam voting sepakat menerima skema dan draf pemerintah dan mengesahkannya menjadi undang-undang.

 

Komponen penilaian Kinerja evaluasi tunjangan

Dijelaskan, besaran Tukin di Kementerian Keuangan menjadi patokan bagi K/L lain. Ada yang baru menerima 47 persen, 60 persen, 70 persen dan 80 persen.

Kalau ada K/L yang indeks reformasi birokrasinya meningkat, bisa saja mengajukan usulan kenaikan Tukin ke Kementerian PANRB. Meskipun demikian, keputusan naik-tidaknya Tukin suatu instansi pemerintah sangat tergantung kemampuan keuangan negara.

Didit menambahkan, hingga saat ini Kementerian PANRB masih fokus pada refomasi birokrasi K/L, meskipun evaluasi juga dilakukan terhadap 34 provinsi dan 59 kabupaten/kota.

Untuk pemda, pengaturan mengenai tunjangan kinerja tergantung kemampuan masing-masing daerah, tidak semata-mata berdasarkan indeks reformasi birokrasi. “Kalau memang anggarannya mencukupi, bisa saja mereka memberikan atau menaikkan Tukin,” ujar dia seraya menambahkan agar pemda mempertimbangkan hasil evaluasi.

Ada dua aspek yang menjadi parameter dalam evaluasi reformasi birokrasi, yakni delapan area perubahan reformasi birokrasi, yakni Mental Aparatur, Pengawasan, Akuntabilitas, Kelembagaan, Tatalaksana, SDM Aparatur, Peraturan Perundang-Undangan, dan Pelayanan Publik. Pada kelompok ini, diberikan bobot penilaian sebesar 60 persen.

Komponen penilaian kedua adalah dari survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistisk (BPS) yang bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, ada survei indeks reformasi birokrasi yang dilakukan oleh pihak ketiga yang bersifat independen. Survei ini untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap reformasi birokrasi di suatu instansi pemerintah. Bobot penilaian untuk komponen kedua ini sebesar 40 persen.

Didit menuturkan, pihaknya kini tengah menyusun perubahan Peraturan menteri PANRB No. 14/2014 tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah. Perubahan itu lebih diarahkan untuk meningkatkan kualitas reformasi birokrasi. “Kalau selama ini baru sebatas melaksanakan e-formasi, ke depan e-formasinya harus sudah benar,” ujar Didit memberikan contoh.

Lebih lanjut dikatakan, ke depan penilaian akan dilakukan berdasarkan Indeks Kinerja Utama (IKU), baik IKU organisasi, IKU unit kerja hingga IKU individu. Dengan demikian PNS yang kinerjanya rendah maka tunjangannya juga rendah.Kenaikan Tunjangan Kinerja Kementerian Tergantung Evaluasi Ini

Hasil evaluasi reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sejak tahun 2014 merupakan salah satu parameter dalam pemberian tunjangan kinerja (Tukin) bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian/Lembaga.

Namun hal itu tidak diperuntukkan bagi tiga K/L yang dijadikan pilot project reformasi birokrasi pada 2008. Ketiga K/L dimaksud adalah Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Mahkamah Agung (MA), yang sudah mendapatkan Tukin 100 persen.

“Selain tiga instansi tersebut, saat ini belum ada kementerian/lembaga yang memperoleh Tukin 100 persen,” ujar Sekretaris Kedeputian Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan (RB Kunwas) Didit Noordiatmoko, dikutip dari keterangan tertulis Jumat (21/7/2017).

 

Anak Ditetapkan Jadi Tersangka, Sikap Jeremy Thomas Berubah

Anak Ditetapkan Jadi Tersangka, Sikap Jeremy Thomas Berubah

Jakarta Jeremy Thomas sempat naik pitam kala mengetahui anaknya, Axel Mattew Thomas, dipukuli dan disekap oleh oknum yang diduga polisi, Sabtu (15/7/2017). Tak terima, ia pun melaporkan oknum polisi yang membuat anaknya babak belur ke Propam Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Meskipun polisi telah mengantongi bukti Axel melakukan transaksi pembelian psikotropika jenis Happy Five, Jeremy Thomas tetap tak terima dan bersikeras memperkarakan hal tersebut.

Namun, sikap berbeda ditunjukkan Jeremy Thomas ketika polisi menetapkan Axel sebagai tersangka kasus transaksi pembelian psikotropika. Bapak dua anak itu lebih lembut dari sebelumnya.

Jakarta Jeremy Thomas sempat naik pitam kala mengetahui anaknya, Axel Mattew Thomas, dipukuli dan disekap oleh oknum yang diduga polisi, Sabtu (15/7/2017). Tak terima, ia pun melaporkan oknum polisi yang membuat anaknya babak belur ke Propam Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Meskipun polisi telah mengantongi bukti Axel melakukan transaksi pembelian psikotropika jenis Happy Five, Jeremy Thomas tetap tak terima dan bersikeras memperkarakan hal tersebut.

Namun, sikap berbeda ditunjukkan Jeremy Thomas ketika polisi menetapkan Axel sebagai tersangka kasus transaksi pembelian psikotropika. Bapak dua anak itu lebih lembut dari sebelumnya.

“Tentunya kalau mereka menetapkan tersangka sudah mempunyai cara atau alat bukti. Saya sebagai pribadi yang pernah mengerti kasus hukum harus menghargai,” ujar Jeremy.

Jeremy Thomas berpendapat ini adalah risiko yang harus dihadapi dirinya dan juga anak laki-lakinya. Sebagai orangtua, Jeremy tetap mendukung apa yang telah dialami anak sulungnya.

“Ada suatu risiko yang harus kita hadapi dengan baik dan bijak. Saya sebagai orangtuanya akan membantu, mensupport. Saya tahu ini bukan hal yang menarik bagi Axel dan cobaan buat keluarga kami. Ini suatu hal yang tidak baik bagi keluarga kami. Namun sebagai kepala keluarga, saya mendukung dalam

“Tentunya kalau mereka menetapkan tersangka sudah mempunyai cara atau alat bukti. Saya sebagai pribadi yang pernah mengerti kasus hukum harus menghargai,” ujar Jeremy.

Jeremy Thomas berpendapat ini adalah risiko yang harus dihadapi dirinya dan juga anak laki-lakinya. Sebagai orangtua, Jeremy tetap mendukung apa yang telah dialami anak sulungnya.

“Ada suatu risiko yang harus kita hadapi dengan baik dan bijak. Saya sebagai orangtuanya akan membantu, mensupport. Saya tahu ini bukan hal yang menarik bagi Axel dan cobaan buat keluarga kami. Ini suatu hal yang tidak baik bagi keluarga kami. Namun sebagai kepala keluarga, saya mendukung dalam

Korupsi 3 Ketua Lembaga Tinggi Negara

Korupsi 3 Ketua Lembaga Tinggi Negara

Korupsi menjadi penyakit masyarakat yang sepenuhnya belum bisa diberantas di Indonesia. Tindakan terlarang itu pun kerap kali dilakukan oleh tokoh-tokoh besar yang memegang jabatan penting di negara ini.

Kasus terbaru yang masih sangat hangat adalah korupsi pengadaan E-KTP yang menyeret sejumlah nama besar. Salah satunya Ketua DPR RI Setya Novanto atau Setnov.

Oleh KPK, politikus Partai Golkar ini ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa 17 Juli 2017. Setnov diduga punya andil dalam megakorupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun.

Bahkan, Setnov diduga punya peran sejak proyek E-KTP itu dimulai. Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa dalam sidang korupsi E-KTP atas terdakwa Irman dan Sugiharto, nama Setya Novanto kerap kali disebut.

Setya Novanto bukan satu-satunya ketua lembaga negara yang pernah berurusan dengan KPK. Sebelumnya, ada dua nama yang pernah berurusan dengan KPK karena terjerat tindak pidana korupsi.

 

Ada 7 Artis Ikut Ditahan Saat Penangkapan Pretty Asmara

Ada 7 Artis Ikut Ditahan Saat Penangkapan Pretty Asmara

Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap artis Pretty Asmara terkait kepemilikan narkoba. Rupanya ada tujuh artis lain yang ikut ditangkap dalam operasi tersebut.

Ketujuh artis tersebut berinisial SS (pemain film layar lebar), EY (penyanyi dangdut), ES (penyanyi dangdut), MA (penyanyi dangdut), AH (pemain sinetron), GL (model), dan DW (penyanyi pop). Namun, mereka belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Ketujuh orang itu hasil tes urinenya positif, kita akan asessment,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Selasa (18/7/2017).

Argo menjelaskan, mulanya polisi membidik bandar narkoba bernama Hamdani Vigakusumah Soeradinata alias Dani. Namun saat ditangkap Minggu, 16 Juli 2017 dini hari lalu, Dani tengah bersama Pretty di lobi Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah sebuah kamar di hotel tersebut. Dari kamar itu polisi menemukan 0,92 gram sabu.

Keterangan dari keduanya, mereka telah menyuplai barang haram tersebut kepada AL di tempat karaoke hotel tersebut. AL sendiri saat ini masih diburu polisi.

Polisi langsung bergerak ke tempat karaoke yang diincar. Hasilnya polisi mendapatkan sabu 1,12 gram, 23 butir ektasi, dan 38 butir happy five. Hingga saat ini, polisi baru menetapkan Pretty dan Dani sebagai tersangka.

Bayaran Penari Telanjang di Tempat Karaoke Keluarga

Bayaran Penari Telanjang di Tempat Karaoke Keluarga

abid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera membeberkan modus dan tarif penari telanjang yang beraksi di tempat karaoke Kediri.

“Perempuan pemandu lagu tersebut juga bisa melayani tamu untuk menari telanjang dengan tarif Rp 1 juta setiap lima lagu serta juga bisa melayani hubungan intim di ruangan dengan tarif Rp 2 juta,”

Layanan terlarang penari telanjang di dalam ruangan tersebut sempat dipergoki anggota Kasubdit IV Renata Polda Jatim yang menggerebek ruang karaoke saat sedang melayani tamu.

“Empat orang perempuan yang sedang melayani tamu menari telanjang dan salah satu perempuan melayani hubungan intim di ruangan,” katanya.

“Yang jadi tersangka hanya manajer operasionalnya saja. Empat penarinya hanya menjadi saksi,” ucapnya.

Sebelumnya, Kabid Humas menjelaskan modus operandi yang dilakukan oleh tersangka INS adalah menyediakan pemandu lagu freelance untuk menemani tamu di karaoke Inul Vista di Kediri Mall lantai 3, Jalan Hayam Wuruk No 46, Kota Kediri.

“Tarifnya Rp 100 ribu per jam dengan minimal booking tiga jam,” ucapnya.

Selain menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka kasus layanan tari telanjang, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai senilai Rp 9,6 juta, lima buah ponsel, satu bundel surat perjanjian, selembar fotokopi surat izin tentang usaha pariwisata dan satu bundel bill room.

“Tersangka dijerat Pasal 296 dan 506 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama 1 tahun penjara,” ujarnya.