Fahri Hamzah Minta Setop Bicarakan Ahok

Fahri Hamzah Minta Setop Bicarakan Ahok

Indonesia – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyarankan agar pembicaraan tentang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disetop. Hal itu menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menilai Ahok pantas mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.

“Kalau saya menyarankan, enggak usah ngomong Ahok dulu. Berhenti saja,” kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/10).

Fahri berpendapat, seharusnya pembicaraan terkait model dan konsep kepemimpinan adalah yang meringankan beban bangsa dari utang masa lalu.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menduga ada pihak-pihak tertentu yang masih kecewa dengan hasil Pilkada DKI Jakarta dan bermanuver untuk menyeret kembali Ahok ke pentas perpolitikan nasional.

 

“Sudahlah, enggak usah diomongin lagi. Orang lagi menjalani masa dia sebagai, mohon maaf ini tidak etis, tidak enak disebut, tapi disebutnya kan narapidana. Jadi sudahlah,” ujar Fahri.

Hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia menyimpulkan, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dianggap paling pantas menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, survei tersebut dilakukan terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia. Survei dilakukan pada 17-24 September lalu

Advertisements

Menanti Perpres untuk Amunisi Polri

Menanti Perpres untuk Amunisi Polri

Senjata tanpa amunisi tak ubahnya replika. Dia hanya sebagai pemanis meja etalase, tapi tak bisa mematikan musuh. Impor 280 senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40×46 mm yang ditunggu-tunggu Brimob Polri, belum jelas nasibnya hingga kini.

Pengadaan 5.392 butir amunisi yang melengkapi senjata itu masih berada di Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI), setelah tertahan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Benten, awal Oktober lalu.

Bahkan, ribuan amunisi itu kabarnya sudah diboyong ke gudang senjata TNI, Jakarta, Senin 9 Oktober malam. Peluru tersebut akan tetap berada di tangan BAIS, selama belum ada aturan yang mengatur hal tersebut.

“Standar non-militer sudah jelas di Inpres Nomor 9. Bahwa amunisi standar militer 5,56 mm dan non-militer di bawah itu. Jadi kita menerapkan aturan saja,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa, 10 Oktober 2017.

Lantas sampai kapan amunisi SAGL itu akan berada di tangan TNI? Belum dapat dipastikan.”Untuk sampai kapan, nanti ada aturan tersendiri yang mengatur itu,” ujar Wuryanto.

Inpres Nomor 9 Tahun 1976 sendiri mengatur tentang Peningkatan Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api. Aturan ini ditandatangani Presiden Soeharto.

TNI berdalih, penahanan amunisi hanya menjalankan aturan Inpres Nomor 9/1976, dan sesuai kesepakatan rapat dengan Menko Polhukam Wiranto. Sedangkan senjata SAGL tak ikut ditahan.

“Semuanya kemarin saat rapat koordinasi dipimpin Menko Polhukam yang dititipkan di Mabes TNI itu hanya amunisi tajam,” pungkas Wuryanto.

TNI menganggap amunisi senjata SAGL yang dibeli Brimob Polri ini mematikan. Selain radius, amunisi ini memiliki ledakan yang mengeluarkan pecahan logam. Efeknya, bisa membuat luka bahkan mematikan.

“Mempunyai radius mematikan sembilan meter dan dengan jarak capai 400 meter. Keistimewaan amunisi ini adalah yang pertama setelah meledak pertama, meledak kedua, dan menimbulkan pecahan-pecahan berupa logam-logam kecil yang melukai dan mematikan,” papar Wuryanto. Aturan Baru

Penahanan ribuan amunisi bukan berarti pembelian senjata SAGL sia-sia. Amunisi ini bisa saja digunakan, asal ada aturan baru yang menaungi soal pengadaan senjata. Aturan itu harus berbentuk Peraturan Presiden atau Perpres.

“Pasti. Kita upayakan (aturan) yang bisa memayungi semuanya adalah Perpres,” ucap Wuryanto.

Kendati, Wuryanto membantah pengadaan senjata Polri tak sesuai aturan. Masalah ini sejatinya hanya berapangkal dari aturan yang tumpang tindih.

“Semuanya berdasarkan peraturan yang berlaku. Saya yakin polisi juga gunakan peraturan yang berlaku. Tapi ada perbedaan-perbedaan, itulah yang tidak bisa dilaksanakan,” tegas Wuryanto.

Terkait tumpang tindihnya aturan pengadaan senjata, Menko Polhukam Wiranto pun mengakui.Menurut dia ada perbedaan pendapat di kalangan institusi pengguna senjata api. Pemerintah pun mengambil langkah agar hal serupa tidak terulang.

“Akan segera dilakukan pengkajian dan penataan ulang,” kata Wiranto usai membahas polemik pengadaan senjata bersama Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Dirut PT Pindad, Kepala BNPT, dan Kepala BNN, Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat 6 Oktober 2017.

Wiranto menyebutkan, Indonesia memiliki beberapa aturan pengadaan senjata api sejak 1948 hingga 2017. Setidaknya ada empat undang-undang, satu Perppu, satu Inpres, empat peraturan setingkat menteri, dan satu surat keputusan.

Cerai dengan istri, penjual telur goreng 39 kali cabuli anak kandung

Cerai dengan istri, penjual telur goreng 39 kali cabuli anak kandung

Gara-gara bercerai dengan istrinya, Abdul Muin (35), warga Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur tega cabuli anak kandungnya sendiri berinisial BN sejak satu tahun lalu. Tercatat, sudah 39 kali penjual telur goreng itu meniduri anak kandungnya yang masih berusia 9 tahun itu.

“Jadi dalam setahun, pelaku ini menyetubuhi anak kandungnya hinga 39 kali. Seminggu dilakukan 3 kali,” ucap Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lyli Djafar, Senin (9/10).

Pelaku, kata mantan Kasubbag Humas Polres pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini, mencabuli anaknya itu setelah pisah ranjang dengan istri. Aksi cabul itu makin gencar dilakukan ketika dia benar-benar sudah bercerai dengan sang istri.

Tak hanya menggauli, Muin juga mengancam akan menggantung sang anak jika tidak mau melayani nafsunya. “Anaknya ini diancam akan digantung jika tidak mau melayani bapaknya,” tandas Lily.

Di aksi ke-40, lanjutnya, korban berhasil melarikan diri dan melapor ke ibunya. Untuk kemudian diteruskan ke laporan polisi.

Selanjutnya, dalam hitungan jam, Muin berhasil ditangkap anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya di rumahnya.

“Dalam kasus ini, pelaku kami jerat dengan dua pasal, yaitu Pasal Asusila dan pidana lain karena melakukan ancaman terhadap anak,” tegas Lily.

Sementara tersangka, di hadapan penyidik mengakui kesalahannya itu karena tak kuat menahan syahwatnya. “Saya khilaf. Sudah sejak cerai sama istri,” akunya singkat

Akui lecehkan 3 siswinya, kepsek SD di Jembrana dicopot dari jabatannya

Akui lecehkan 3 siswinya, kepsek SD di Jembrana dicopot dari jabatannya

Pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan tokoh adat bertemu menindaklanjuti laporan terhadap kepala sekolah di SDN 2 Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana ke kepolisian. Kepala sekolah berinisial IBP dilaporkan atas tindakannya melecehkan sejumlah murid.

Pertemuan tersebut juga dihadiri IBP. Dalam pertemuan tertutup itu, dia mengakui perbuatan bejatnya.

Mendengar pengakuannya, semua bersepakat mencopot kepala sekolah. Mengenai penugasan selanjutnya akan dibuatkan SK setelah ada keputusan hukum tetap dari pengadilan bila terbukti bersalah.

“Terhitung sejak hari ini Dinas Pendidikan telah mencopot yang bersangkutan dari jabatannya dan sementara dipindahkan ke kecamatan sambil menunggu proses hukum,” terang Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutarmi, Senin (9/10).

“Dinas Pendidikan juga sudah menunjuk PLH Kepala sekolah yakni diambil dari guru tertua di sekolah tersebut,” sambungnya.

Pihaknya sangat menyayangkan itu terjadi. Apalagi dilakukan seorang kepala sekolah yang merupakan tenaga pendidik.

Untuk proses hukumnya, sudah diserahkan kepolisian mengusut. Sedangkan untuk kedinasan, pihaknya telah mendorong inspektorat agar segera melakukan penanganan.

“Dari laporan inspektorat kepada kami, yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya. Tadi inspektorat sempat meminta keterangan yang bersangkutan,” kata dia.

Meskipun yang bersangkutan telah dicopot dari jabatannya, Komisi A DPRD Jembrana dan Dinas Pendidikan menjamin proses belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal, tidak berpengaruh dengan kasus tersebut.

Diberitakan sebelumnya, IBP dilaporkan salah seorang siswi yang jadi korban pelecehan. Itu terungkap setelah orangtua korban melihat sikap anaknya yang murung saat akan berangkat piket pagi.

Usut punya usut, setiap jadwal piket pagi selalu digrayangi oleh Kepsek ini di ruang kerjanya. Korban diraba-raba dadanya dan diciumi bibirnya, jika berani melaporkan akan diancam untuk tidak diluluskan.

Korban juga menunjukkan dua temannya yang juga dilecehkan oleh IBP. Ketiganya akhirnya melapor ke Polres Jembrana.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A Sooai, mengaku untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga korban dan sejumlah saksi.

“Setelah pemeriksaan itu selesai baru dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor (kepsek),” kata Yusak.

Pencopotan Yorrys Disebut Mendapatkan Dukungan Seluruh Kader Golkar

Pencopotan Yorrys Disebut Mendapatkan Dukungan Seluruh Kader Golkar

Ketua Koorbid Kesra DPP Golkar Roem Kono menyebut pencopotan Yorrys Raweyai dari kursi Ketua Koorbid Polhukam disetujui seluruh kader. Menurutnya, jika ada kader yang tidak setuju akan berimbas terhadap keikutsertaan Golkar dalam Pemilu 2019.

“Revitalisasi itu bukan berbicara masalah Pak Yorrys, kita berbicara secara umum. Soal Pak Yorrys ada di dalamnya itu kan urusan nanti. Iya saya kira seluruh daerah tidak ada masalah. Kalau ada masalah pendaftaran pemilu tidak akan lancar,” papar Roem di DPP Golkar, Jalan Neli Murni, Jakarta Barat, Minggu (8/10/2017).

Sekjen DPP Golkar Idrus Marham sebelumnya mengamini pemutusan jabatan Yorrys merupakan bentuk revitalisasi DPP Golkar. Menurutnya, penjelasan pencopotan Yorrys akan disampaikan langsung oleh Ketua Umum Golkar, Setya Novanto dalam rapat pleno yang akan digelar pekan depan.

“Bilamana ada orang misalkan diganti atau dipindahkan pada posisi tertentu, nanti akan dijelaskan alasan-alasan yang menjadi dasar pertimbangan revitalisasi itu dilakukan,” jelas Idrus, di lokasi yang sama.

 

Golkar resmi merevitalisasi kepengurusan DPP melalui surat bernomor KEP-252/DPP/Golkar/X/2017 yang diteken Novanto pada 2 Oktober 2017. Dalam surat tersebut salah satu revitalisasi yang dilakukan yakni mencopot Yorrys Raweyai.

Ada Perbaikan Jalan, Tol Cikampek Arah Jakarta Macet 7 Km

Ada Perbaikan Jalan, Tol Cikampek Arah Jakarta Macet 7 Km

Kepadatan kendaraan terjadi di Tol Cikampek arah Jakarta. Kepadatan kendaraan mencapai 7 kilometer (km).

“Kepadatannya, informasi yang kami dapat dari Km 53 sampai Km 46 arah Jakarta. Selepasnya, mengarah ke Cawang lancar kembali. Panjangnya sekitar 7 km,” kata petugas call center PT Jasa Marga, Widodo, ketika dihubungi detikcom, Minggu (8/10/2017) pukul 23.20 WIB.

Dia mengatakan kepadatan tersebut karena petugas sedang melakukan perbaikan jalan sejak pukul 23.00 WIB. Sehingga terjadi penyempitan lajur.

“Informasinya, sedang ada penyempitan lajur, ada dampak perbaikan jalan di lajur kanan,” tuturnya.

Sementara, untuk arah sebaliknya, kepadatan kendaraan juga terjadi di dua lokasi. Kepadatan ini disebabkan meningkatnya volume kendaraan dan adanya perbaikan jalan sejak pukul 22.00 WIB.

“Untuk arah Cikampek, ada kepadatan dari Jatibening di Km 8 sampai Bekasi Barat di Km 14. Kemudian mengarah ke Cikarang lancar. Kepadatan kembali di Km 49 atau Karawang Barat yang sedang ada perbaikan jalan di jalur tengah. Selepasnya lancar kembali,” tutur Widodo.

 

Prancis Selangkah Lagi Lolos ke Piala Dunia 2018

Prancis Selangkah Lagi Lolos ke Piala Dunia 2018

Timnas Prancis memperbesar peluang lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2018. Les Bleus menang 1-0 atas tuan rumah Bulgaria pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa Grup A, Minggu (8/10/2017) dini hari WIB.

Kemenangan ini membuat Prancis kokoh di puncak klasemen Grup A dengan 20 poin. Mereka unggul satu angka dari peringkat dua Swedia dan empat poin dari Belanda yang berada di urutan tiga.

Artinya Prancis cuma butuh menang atas Belarusia di laga terakhir untuk mengamankan tiket berlaga di Rusia. Hasil imbang juga akan meloloskan Prancis, dengan syarat Swedia gagal menang atas Belanda pada laga hidup-mati.

Prancis memulai laga dengan baik. Pertandingan baru berjalan tiga menit mereka sudah bisa unggul lewat gol gelandang Blaise Matuidi yang meneruskan umpan dari Antoine Griezmann.

Namun setelah unggul cepat, Prancis kesulitan menambah gol. Kerasnya permainan Bulgaria merepotkan Prancis. Apalgi Prancis juga kehilangan Ngolo Kante akibat cedera sehingga lini tengah kurang gairah.

Justru beberapa kali serangan Bulgaria nyaris menghasilkan gol penyeimbang bila kiper Hugo Lloris tidak tampil gemilang guna mengamankan keunggulan 1-0 ini hingga peluit panjang ditiup.

Portugal Susah Payah Kalahkan Andorra

Portugal Susah Payah Kalahkan Andorra

Jakarta Portugal akan melakoni laga hidup-mati dengan Swiss setelah menang susah payah 2-0 atas Andorra di Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, Minggu (8/10/2017). Cristiano Ronaldo kembali jadi bintang kemenangan Portugal.

Pelatih Portugal Fernando Santos memutuskan mencadangkan Ronaldo saat dijamu Andorra. Pasalnya jika terkena kartu kuning lagi Ronaldo bakal absen saat melawan Swiss.

Sayangnya eksperimen Santos gagal. Portugal tak mampu menjebol gawang Andorra hingga turun minum. Kondisi ini memaksa Santos untuk mengambil risiko dengan menurunkan Ronaldo.

Keputusan ini terbukti tepat. Ronaldo memecah kebuntuan Portugal pada menit 63 setelah menyelesaikan umpan silang dari Joao Mario.

Portugal menggandakan skor pada menit 86. Kali ini penyerang Andre Silva yang mencatatkan namanya di papan skor.

Kemenangan ini membuat Portugal tetap di posisi dua klasemen Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa dengan 24 poin. Portugal tertinggal tiga angka dari Swiss yang di laga lainnya menang 5-2 atas Hongaria.

Dengan demikian Portugal dan Swiss akan saling bunuh pekan depan untuk memastikan siapa yang lolos langsung ke Rusia. Portugal harus menang dengan selisih dua gol atas Swiss jika ingin lolos otomatis.

Portugal sendiri sudah mengamankan setidaknya tiket play-off berkat kemenangan atas Andorra.

 

Kebiasaan Orang Rimba, Resmi Jadi Warisan Budaya Indonesia

Kebiasaan Orang Rimba, Resmi Jadi Warisan Budaya Indonesia

Sejumlah kemahiran dan kebiasaan Orang Rimba Jambi akhirnya diakui sebagai warisan budaya Indonesia. Ini ditandai dengan penyerahan sertifikat Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Erwan Malik mengatakan, ada 10 warisan budaya Jambi yang mendapatkan sertifikat tersebut. Termasuk sejumlah kemahiran dan kebiasaan Orang Rimba Jambi.

Sepuluh warisan budaya Jambi itu adalah Tari Elang (seni pertunjukan), Tomboi Sialongki atau Tomboi Gambik Rapa (pengetahuan dan kebiasaan mengenai alam dan semesta). Selanjutnya Sebilik Sumpah (kemahiran kerajinan tradisional Orang Rimba Jambi berupa gelang atau kalung) dan Ambung Orang Rimba yang juga berupa kerajinan tradisional.

Selanjutnya Cawot (merupakan kemahiran dan kerajinan tradisional Orang Rimba), obat ramuan Orang Rimba, Melangun (adat mengembara Orang Rimba), ritus dan perayaan-perayaan, Hompongan (pengetahuan dan kebiasaan perilaku Orang Rimba untuk alam semesta). Lalu ada Musik Cambang Dano Lamo (seni pertunjukan) dan Tari Kodam (seni pertunjukan).

“Masih banyak warisan budaya Jambi yang perlu digali dan bisa diakui secara nasional,” ujar Erwan Malik di Jambi, Jumat, 6 Oktober 2017.

Usai menerima sertifikat dari Kemendikbud, Erwan Malik mengatakan akan segera melakukan sosialisasi agar masyarakat di Jambi lebih menyintai dan memelihara kebudayaan daerah.

Ke depan, kata Erwan, Pemprov Jambi melalui Dinas Pariwisata juga akan melakukan pendataan atau inventarisasi serta kajian bersama pemerintah kabupaten kota di Jambi untuk menggali budaya di masing-masing daerah.

“Tujuannya untuk menghidupkan kembali budaya daerah. Begitu juga dengan budaya kuliner Jambi yang masih banyak terpendam,” kata Erwan mengakhiri.

 

Anggur Probolinggo Terancam Punah, LIPI Turun Tangan

Anggur Probolinggo Terancam Punah, LIPI Turun Tangan

Buah anggur yang menjadi salah satu ciri khas Probolinggo, Jawa Timur, terancam punah. Kondisi itu menarik perhatian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Lembaga ini kemudian menyalurkan empat ribu bibit mangga dan anggur varietas unggul untuk dibudidayakan oleh petani dan pelajar. Ribuan bibit ini merupakan hasil budi daya Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.

Tak hanya itu, LIPI juga menggelar dialog dan pelatihan penanganan tanaman mangga dan anggur berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dialog interaktif bersama para pakar dan peneliti LIPI ini dilaksanakan di aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Probolinggo, Jalan Soekarno-Hatta, Senin siang, 2 Oktober 2017.

“Dulu anggur itu menjadi ikon kota ini. Di mana anggur yang dibudidayakan sangat manis dan berbeda rasanya dengan anggur yang dihasilkan oleh daerah lain,” ucap Profesor Enny Sudamonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI.

Saat ini, tanaman anggur sudah jarang ditemui di Probolinggo. Karena itu, Enny mengharapkan, melalui transfer ilmu dan penyaluran ribuan bibit akan mengembalikan kejayaan anggur Probolinggo di kancah nasional.

Buat meningkatkan kemampuan warga masyarakat dalam perawatan tanaman mangga dan anggur akan memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos. “Petugasnya langsung dari Kebun Raya Bogor,” ujarnya.

Adapun tokoh masyarakat Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, menyebutkan penanaman kembali ribuan bibit mangga dan anggur tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat. Terdiri dari siswa, santri, kelompok tani, dan tokoh masyarakat.

Tujuannya terutama untuk memotivasi dan mengembalikan kejayaan hayati Kota Probolinggo. Apalagi, mangga dan anggur sudah menjadi salah satu ikon Probolinggo.

“Buah ini bisa dibilang sudah hampir tidak ada, dengan penanaman ini diharapkan agar tak semakin hilang dari permukaan,” ujar pria yang juga anggota Komisi VII DPR RI.

Usai penanaman secara simbolis tanaman mangga dan anggur di MAN 2 Probolinggo, ribuan bibit itu disebar kepada siswa, santri, dan kelompok tani untuk dibudidayakan.