Djarot Bernyanyi, Air Mancur Menari Monas Sempat Terhenti

Djarot Bernyanyi, Air Mancur Menari Monas Sempat Terhenti

Gubernur DKI Jakarta DJarot Saiful Hidayat maju ke atas panggung bersama istrinya Happy Farida untuk bernyanyi beberapa lagu saat acara peresmian Air Mancur Menari di Monas. Namun air mancur sempat berhenti saat Djarot bernyanyi.

Lagu pertama yang dinyanyikan Djarot adalah lagu Betawi Jali-jali, Sabtu (12/8/2017) malam. Dengan iringan piano, seharusnya air mancur meluncur dari atas kolam. Namun, hal tersebut tidak terjadi. Ada kesalahan teknis.

“Lagu Jali-jalinya salah mijit (pencet), jadi enggak nyala,” ucap Djarot diiringi senyum dari atas panggung.

Djarot pun tak jadi menyanyi lagu jali-jali. Dia lagu menyanyikan beberapa lagu lainnya.

Lagu yang Djarot dan istrinya nyanyikan berjudul ‘Ke Monas’, ‘Why Do You love Me’, ‘Nusantara’, ‘Jakarta Aku kan Kembali’. Nyanyian tersebut tanpa diiringi oleh Air Mancur Menari.

Nyanyian Djarot adalah puncak acara peresmian air mancur. Setelah itu, Djarot dan para tamu undangan pun membubarkan diri.

Seorang panitia meminta maaf dari atas panggung karena air mancur berhenti. “Ada kesalahan teknis karena listriknya mati,” ucap panitia itu.

Tak berselang lama setelah semua bubar, air mancur kembali menyembur. Lagu dan lampu memperindah air mancur itu.

Kabur dari Rutan, Ridho Ditangkap karena Menjambret

Kabur dari Rutan, Ridho Ditangkap karena Menjambret

Ridho R(18) adalah napi yang turut kabur dari Rutan Sialang Bungkuk di Pekanbaru. Dalam pelariannya, dia tertangkap karena ketahuan menjambret.

Wakil Kapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi menjelaskan, Ridho ditangkap di salah satu hotel di Pekanbaru. Setelah kabur dari rutan, Ridho diketahui melakukan sejumlah penjambretan.

“Tersangka kita tangkap kemarin (Jumat, 10 Agustus 2017) di salah satu hotel. Dia kita tangkap dalam kasus jambret di sejumlah wilayah di Pekanbaru,” kata Edy kepada detikcom, Sabtu (11/8/2017).

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Ridho diketahui merupakan napi yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk. Dalam pemeriksaan, lanjut Edy, Ridho melakukan aksi kriminal yang sama selama pelarian.

Ridho telah berulang kali melakukan aksi jambret di sejumlah lokasi di Pekanbaru. “Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sudah 28 kali melakukan aksi jambret,” ujar Edy.

Saat ini Ridho tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Sukajadi. Ini untuk menindaklanjuti adanya laporan kasus jambret.

“Kita juga sudah koordinasi dengan pihak Rutan Pekanbaru,” tutup Edy.

KPK Geledah 10 Lokasi terkait Korupsi Jalan di Bengkalis

KPK Geledah 10 Lokasi terkait Korupsi Jalan di Bengkalis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Sekda Dumai Muhammad Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar sebagai tersangka kasus suap jalan di Bengkalis Provinsi Riau.

Untuk kebutuhan pengembangan penyidikan, penyidik menggeledah 10 lokasi.

“Selama 3 hari dari Senin sampai Rabu (7-9 Agustus 2017), penyidik menggeledah di tiga daerah yaitu Pekanbaru pada 7 Agustus, Bengkalis pada 8 Agustus, Dumai dan Pulau Rupat pada 9 Agustus,” tutur Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat 11 Agustus 2017.

Dari tiga daerah tersebut, kata Febri, penyidik menggeledah di 10 lokasi. Di Pekanbaru penyidik melakukan penggeledahan di rumah mantan Bupati Kabupaten Bengkalis Herlyan Saleh dan rumah tersangka MNS (Muhammad Nasir).

Di Kabupaten Bengkalis, penyidik menggeledah Kantor Dinas PU, Kantor Pemda, Kantor LPSE, dan rumah salah satu saksi. Di Kota Dumai, penyidik menggeladah rumah saksi, dan penyegelan ruangan di rumah Dinas Sekda Dumai.

Sedangkan di Pulau Rupat Kabupaten Bengkulu, penyidik menggeledah Kantor PT Mawatindo Road Construction dan rumah saksi.

“Dari lokasi penyidik menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik berupa HP, harddisk , dan dua sepeda motor dari PT Mawatindo,” ucap Febri.

KPK menduga Muhammad Nasir dan Hobby Siregar, secara sah telah melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekenomian negara dalam proyek jalan di Bengkalis.

“Diduga terjadi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp 80 miliar,” jelas Febri.

KPK menyangka keduanya dengan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Buruh Bangunan Cabuli Anak Gadisnya Selama 3 Tahun

Buruh Bangunan Cabuli Anak Gadisnya Selama 3 Tahun

Kelakuan bejat Tohari (43), seorang ayah asal Desa Tanggeran, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes akhirnya terbongkar. Selama tiga tahun, ia tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur. Padahal, ia memiliki seorang istri yang juga tinggal bersamanya.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada polisi, pencabulan itu dilakukan sejak 2014. Pelaku yang berprofesi sebagai buruh bangunan melakukan aksi bejatnya dengan unsur paksaan.

Pelaku mengaku tergoda kepada anaknya yang sudah mulai beranjak remaja. Ia tak kuasa menahan nafsu bejatnya dan melampiaskan ke anak kandung sendiri, SN yang kini berusia 15 tahun.

Perbuatan itu, kata pelaku, dilakukan saat istrinya sedang keluar rumah maupun sedang tidur. Saat pulang kerja sebagai buruh pada malam hari, dia melihat anaknya yang sedang tidur di ruang tengah. “Waktu itu saya khilaf,” katanya.

Perbuatan Tohari akhirnya terbongkar setelah sang istri curiga. Beberapa hari terakhir, anaknya mengeluh sakit di bagian vitalnya. Saat itu pula, SN mengaku telah disetubuhi ayahnya. Dia lalu melaporkan kepada pihak kepolisian.

Polisi langsung menyelidiki dan menangkap Toha. “Pelaku ditangkap sepekan yang lalu di kediamannya,” ucap Kasatreskrim Polres Brebes AKP Arwansa kepada Liputan6.com, Jumat, 11 Agustus 2017.

Kini, Tohari harus mempertanggungjawabkan perbuatan cabulnya di hadapan hukum. Dia terancam dipenjara maksimal 15 tahun. “Ancaman pidananya bisa sampai 15 tahun penjara,” kata Arwansa.

 

Nyabu di Rumah, PNS Bengkalis Diciduk Polisi

Nyabu di Rumah, PNS Bengkalis Diciduk Polisi

Seorang PNS Pemkab Bengkalis, Boby Suryanto diciduk polisi saat tengah nyabu di rumahnya. Polisi mengamankan barang bukti dari rumahnya berupa dua paket kecil sabu.

Kapolres Bengkalis, menjelaskan, Boby ditangkap tim Opsnal Sat Narkoba di rumahnya di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis.

“Penangkapan tim dilakukan pada Rabu (9/8) sore. Ini berdasarkan informasi dari masyarakat akan peredaran dan penggunaan narkotika. Atas informasi itu tim menangkap Boby di rumahnya,” kata Abas.

 

Abas mengatakan, saat ini tersangka Boby masih dilakukan pemeriksaan. Dari keterangan sementara, Boby mengaku membeli narkotika jenis sabu dari seseorang inisial AL.

“Tim masih mengembangkan lagi untuk memburu pemasok sabu ke tangan Boby. Pemasok insial AL masih kita buru,” kata Abas.

Dari tangan tersangka, kata Abas, selain sabu juga disita satu bong alat pengisap sabu, mancis dan satu unit HP.

“Tidak hanya AL yang kita tetapkan DPO, tapi tim juga akan mengembangkan siapa bandar dibalik peredaran narkoba ini,” tutup Abas.

 

Trump Ancam Korut Harap-harap Cemas Jika Serangan Rudal Diluncurkan

Trump Ancam Korut Harap-harap Cemas Jika Serangan Rudal Diluncurkan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Korea Utara untuk harap-harap cemas. Peringatan itu disampaikan Trump terkait rencana Korut yang akan meluncurkan serangan rudal ke Guam, wilayah Amerika Serikat di Pasifik.

Dilansir BBC, Jumat (11/8/2017), Trump mengancam Korut benar-benar akan berada dalam masalah jika serangan rudal diluncurkan.

Seperti diketahui, Otoritas Korut menjabarkan rencana serangan rudal ke Guam. Ada empat rudal balistik jenis Hwasong-12 yang akan diluncurkan. Empat rudal itu mampu mencapai perairan berjarak 30-40 kilometer dari daratan Guam.

Pasukan Strategis Militer Korut (KPA) akan mempresentasikan rencana final serangan rudal ini kepada Kim Jong-Un pada pertengahan Agustus. Jika Kim Jong-Un menyetujui rencana serangan itu, maka rudal akan ditembakkan ke Guam.

“Menunggu perintahnya,” tulis laporan KCNA itu.

Bulan lalu, Korut sukses menguji coba rudal rudal balistik antarbenua (ICBM), yang disebut sebagai Hwasong-14. Rudal ICBM ini diklaim mampu mengenai daratan utama AS

Tentang FPU Indonesia dan Peranannya di Misi Perdamaian PBB

Tentang FPU Indonesia dan Peranannya di Misi Perdamaian PBB

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) setiap tahunnya mengirimkan delegasi ke Sudan untuk menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kontingen Formed Police Unit (FPU) Indonesia yang menjadi delegasi memiliki peranan penting dalam misi tersebut.

“Di sana ditempatkan kontingen Polri, yang disebut kontingan Garuda ke-9. FPU itu berjumlah 140 personel, kemudian IPO (Individual Police Officer) 16 orang. Mereka di bawah kerja di bawah naungan PBB dalam konteks menjaga perdamaian yang disebut peacekeeping,” ujar Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen HS Maltha di kantornya, Jl Patimura No 38, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (8/8/2017).

FPU Indonesia adalah satuan tugas Polri yang secara administratif pembinaan berada di bawah Biro Misi Internasional (Romisinter) Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri. Namun secara operasional, FPU Indonesia berkedudukan di bawah misi gabungan Uni Afrika-PBB di Darfur (AU-UN Hybrid Mission In Darfur/UNAMID).

Satgas FPU Indonesia mempunyai tugas dan wewenang sesuai mandat UNAMID Police dan UNAMID FPU Duties, yang merupakan penjabaran dari UNSCR 1769 Tahun 2007. Tugas itu adalah melindungi personel dan fasilitas PBB (Protect UN personnel and facilities), melindungi warga sipil (protect civilian), serta mendukung kegiatan operasi kepolisian di Sudan.

Tugas FPU-9 Indonesia adalah menjaga para pengungsi internal (IDPs) di Area of Responsibility (AoR) sesuai zona warden atau Zone C yang terdiri dari 11 subzone yang wajib dilakukan patroli dan pengamanan. Zone Warden merupakan kawasan pemukiman warga lokal, namun sebagian kecil ada yg disewakan untuk tempat tinggal staf PBB diluar super camp yang bekerja di UNAMID yang wajib dilindungi jika terjadi tindak kriminal dan serangan dari pihak pemberontak.

Kegiatan Sosial

Di luar tugas-tugas pokoknya sebagai penjaga perdamaian, tim FPU Indonesia juga melakukan kegiatan sosial yang tidak kalah pentingnya. Konflik berkepanjangan di Sudan memang telah membuat masyarakat Sudan hidup dalam serba keterbatasan, sehingga perlu adanya bantuan dari pihak UNAMID.

“Kontingen Indonesia khususnya FPU 9, mereka di samping bisa melakukan tugas pokoknya, mereka juga bisa melakukan tugas-tugas samping seperti melakukan kegiatan sosial, memberikan hiburan, mengajarkan tarian, transform of culture jadi mereka mengajarkan menyanyi, bahasa, mengaji juga tidak kalah pentingnya,” papar Maltha.

Kondisi para pengungsi di kamp penampungan sangat jauh dari layak. Para pengungsi hidup dengan segala keterbatasan, seperti tidur beralaskan pasir hingga kebutuhan makanan dan minuman yang sangat tergantung kepada bantuan dari PBB.

Tidak jarang, tim FPU melakukan kegiatan charity (amal), yang tentunya atas seizin UNAMID (United Nations-African Mission In Darfur). “Banyak kegiatan sosial yang kami lakukan, seperti yang kami lihat kemarin mereka (tim FPU) mendatangi kamp pengungsi, memberikan buku alat tulis, alat-alat belajar lainnya yang semuanya diserahkan langsung oleh kami mewakili Polri yang ditugaskan oleh Bapak Kapolri,” sambungnya.

Dalam pergaulannya sehari-hari dengan kepolisian negara lain, tim FPU saling bertukar informasi hingga pengalaman. “Jadi banyak hal yang didapat oleh anggota yang melakukan tugas, baik yang juga memberikan di Sudan tidak dibatasi ke polisi Sudan, tapi juga ke polisi-polisi yg melaksanakan tugas misi PBB di sana,” terangnya.

Kontingan FPU Indonesia sering mendapat predikat terbaik karena banyaknya kegiatan positif yang dilakukan. “Sejauh ini memang beberapa kontingen sampai ke kontingen 9, kita selalu merebut hati mereka dan mendapat predikat menjadi kontingen terbaik selama penugasan di El-Fashier, Darfur, Sudan,” katanya.

“Oleh karena itu kami harapkan ke depan agar tetap termotivasi apapun kegiatannya di sana, agar tetap menjaga nama baik bangsa dan negara terutama Polri,” sambungnya.

Dalam menjalankan misi perdamaian PBB, kontingen Polri ini tidak hanya dikirim ke Sudan. Sampai saat ini, Polri sudah mengirimkan 4 ribu personel ke beberapa negara yang berkonflik.

“Sebagai informasi masyarakat, bahwa polisi dalam konteks mengirimkan ke misi perdamaian ini sudah berjumlah 4.000 personel tidka hanya di Sudan, tetapi juga ke Haiti, Kamboja, Bosnia, kemudian ada di Naribia dan lain-lain. Insya Allah sampai saat ini mereka sudah punya predikat cukup baik, menjadi peringkat pertama bahkan kontingen terbaik apabila dibanding berbagai kontingen lain,” tuturnya.

BCA Prioritaskan Pembiayaan Sektor Ramah Lingkungan

BCA Prioritaskan Pembiayaan Sektor Ramah Lingkungan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menyukseskan pelaksanaan Program Keuangan Berkelanjutan (sustainable finance).

Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan portofolio industri jasa keuangan pada sektor ekonomi ramah lingkungan, khususnya sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi.

Selain itu, dengan pengembangan sistem keuangan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem keuangan dalam menggerakkan ekonomi nasional yang memiliki keselarasan antara aspek ekonomi sosial dan lingkungan.

Secara umum, pemerintah ingin lembaga jasa keuangan Indonesia melakukan inovasi produk dan layanan ramah lingkungan. Dengan hal ini juga diharapkan bisa meningkatkan daya tahan dari industri keuangan Indonesia.

Salah satu bank yang secara konsisten mewujudkan komitmen menerapkan prinsip Keuangan Berkelanjutan yang digagas oleh OJK sejak 2015 tersebut yakni PT Bank Central Asia Tbk.

Prinsip tersebut tidak hanya berupaya untuk meningkatkan porsi pembiayaan dan meningkatkan daya tahan serta daya saing lembaga jasa keuangan, namun juga mengintegrasikan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata kelola (LST) dalam keseharian operasional bank.

Di sela penutupan pilot project ‘First Movers on Sustainable Banking di Bali beberapa waktu lalu, Direktur BCA Rudy Susanto mengungkapkan komitmen BCA terhadap Keuangan Berkelanjutan diwujudkan dengan meningkatkan porsi pembiayaan di sejumlah sektor, seperti produk ramah lingkungan, konservasi energi, dan pertanian organik.

“Sehubungan dengan Keuangan Berkelanjutan, total komitmen BCA per 31 Mei 2017 mencapai Rp 8,25 triliun,” terang Rudy.

Rudy menambahkan, perbankan perlu mengadaptasikan diri dengan prinsip Keuangan Berkelanjutan karena manfaat bisnisnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami memasukkan faktor Lingkungan, Sosial, dan Tata kelola (LST) dalam pembuatan proposal kredit dan menganalisa credit risk rating untuk menentukan kelayakan kredit debitur. Pendanaan kredit juga kami prioritaskan untuk mengembangkan produk dan layanan ramah lingkungan yang sesuai standar internasional,” paparnya.

Tidak hanya pengembangan bisnis yang ramah lingkungan, BCA juga mendorong seluruh karyawan dan manajemen BCA menerapkan prinsip reuse, reduce, dan recycle dalam menjalankan aktivitas operasional sehari-hari.

Sejumlah inisiatif rutin dijalankan antara lain dengan mematikan lampu dan monitor komputer saat jam istirahat, gunakan tumbler saat meeting, serta budayakan printing dua sisi untuk segala macam dokumen.

“Lingkungan dan iklim yang sehat dapat mendorong laba yang solid dan berkelanjutan. Oleh karena itu, BCA menjadikan prinsip reuse, reduce, dan recycle sebagai budaya yang mengakar yang juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap gerakan nasional Go Green,”tutupRudy.

Tim Kesehatan Sebar Materi Penyuluhan ke Jemaah Haji

Tim Kesehatan Sebar Materi Penyuluhan ke Jemaah Haji

Tim Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan materi penyuluhan kesehatan bagi jemaah. Materi ini akan dipasang di bus untuk menemani jemaah pada perjalanan antar kota perhajian, dan juga di pemondokan.

“Materi Penyuluhan dibuat dalam dua bentuk, yaitu: Mp3 dan MP4. Format MP3 akan dipasang di bus untuk diputar dalam perjalanan. Format MP4 akan dipasang di pemondokan agar bisa menjadi tontonan bersama para jemaah,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka di Madinah, Minggu 6 Agustus 2017.

“Rekaman tersebut akan terus diputar ulang di setiap bus dan pemondokan jemaah haji Indonesia,” sambung dia.

Menurut Eka, ada lima tema pokok materi yang disampaikan, yakni tips bagi penderita penyakit kronis saat akan berhaji, mencegah terjadinya keracunan makanan, tips hindari penyakit menular saat tahallul, tips hindari penularan corona virus, tips hindari kelalahan dan sengatan matahari.

Rekaman ini akan melengkapi materi penyuluhan yang saat ini telah dilaksanakan oleh Tim Promotif dan Preventif dalam bentuk leaflet dan tatap muka dengan jemaah haji.

“Rekaman ini akan memperkaya metode penyuluhan bagi jemaah haji. Apalagi, di Saudi saat ini cuaca panas dan kita perlu waspada dengan kondisi-kondisi yang dapat terjadi di sana,” ujar dia.

Eka berharap, terobosan ini akan memudahkan jemaah dalam memahami dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama selama penyelenggaraan ibadah haji.

“Materi dibuat seringkas mungkin agar lebih mudah diingat dan dipahami. Masing-masing rekaman berdurasi 30 – 40 detik saja,” ujar Eka.

 

Pemuda Padang Mencari Orangtuanya Sambil Jualan Ganja

Pemuda Padang Mencari Orangtuanya Sambil Jualan Ganja

Sesbai Suprikal (32) pemuda asal Padang, Sumatera Barat yang sedang mencari orangtuanya, nekat menjual ganja di Probolinggo, Jawa Timur.

Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, penangkapan itu bermula saat polisi mendapat laporan dari warga terkait aktivitas pelaku. Petugas Satnarkoba langsung melakukan pengintaian. Saat melintas di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mayangan, petugas kemudian menyergap pelaku.

“Kami menggunakan teknik undercover untuk menarik pelaku dengan anggota. Dan kemudian pelaku menjual ganja kepada anggota. Ia pun kami tanggap saat membawa dua paket ganja,” tutur AKBP Alfian, Senin 7 Agustus 2017.

Dari tangan Sesbai, polisi menyita dua paket ganja masing-masing seberat 798,08 gram dan 842,88 gram atau total seberat 1640,96 gram (1,6 kg). Serta sebuah sepeda motor matic dan ponsel. Hasil penyelidikan sementara ganja itu dibeli tersangka dari Jakarta.

“Dari pengakuan pelaku bukan dari jaringan Aceh. Meski begitu, kami terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” kata alumni Akpol 2000 tersebut.

Tersangka Sesbai dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 114 (2) juncto pasal 111 (2) Undang-undang 35 tentang Narkotika 2009. Sesbai pun terancam hukuman mati atau denda sebesar Rp 800 juta.

“Itu ancaman hukuman maksimalnya,” ucap AKBP Alfian.

Sementara itu, Sesbai mengelak kalau dirinya seorang pengedar ganja. Ia mengaku ganja sebanyak itu akan dikonsumsi bersama 5 rekannya yang lain. Bahkan saat ditangkap polisi, dirinya baru menghisap ganja itu dan akan pindah ke tempat lain.

“Buat menenangkan diri setelah pusing mencari orang tua yang berpisah sejak dua tahun yang lalu. Orangtua sekarang berdomisili di Kraksaan,” katanya.

“Ya rencananya akan dihisap bersama dengan teman-teman,” ujar pemuda yang beralamat di Jalan Pahlawan, Kelurahan Pasir Muncang, Kecamatan Purwokerto, Kabupaten Banyumas itu.