Datangi Kampung Akuarium, Kasatpol PP: Hanya Lihat Situasi

Datangi Kampung Akuarium, Kasatpol PP: Hanya Lihat Situasi

Sejumlah anggota Satpol PP Jakarta Utara datang ke Kampung Akuarium. Kepala Satpol PP Jupan Royter mengatakan kedatangan anggota Satpol PP ke Kampung Akuarium hanya untuk monitoring.

“Oh, itu dia hanya monitor. Pagi tadi, Kasatpol PP Jakut Pak Ronny Jarpiko datang hanya mau lihat situasi di situ,” ucap Jupan lewat sambungan telepon, Senin (8/5/2017).

Dia mengatakan, untuk penertiban di Kampung Akuarium, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pihak Wali Kota Jakarta Utara masih akan melakukan pendataan, melihat situasi, dan melakukan sosialisasi kepada warga terkait peruntukan lahan tersebut.

“(Penertibannya) belum. Itu Wali Kota kan mesti ada pendataan, lihat situasi, sosialisasi itu untuk apa. (Saat ini) lagi dilakukan pendekatan persuasif (kepada warga),” kata dia.

Sementara itu, warga menyebut kedatangan Satpol PP untuk menjaga lingkungan milik PD Pasar Jaya yang ada di sekitar Kampung Akuarium.

“Ada di sana. Itu lingkungan Pasar Jaya, bukan Kampung Akuarium. Cuma kita sudah rapat dengan Satpol PP, cuma dua bangunan yang di atas PD Pasar Jaya. Bukan Kampung Akuariumnya, bukan,” kata Bendahara RT 012/004 Djunaedi saat ditemui di lokasi, Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dia mengatakan anggota Satpol PP tersebut tidak masuk ke Kampung Akuarium. Menurutnya, pihak Satpol PP dengan warga Kampung Akuarium sudah memiliki kesepakatan agar tidak ada anggota yang masuk ke kampungnya.

“Kemarin kita sudah konsisten dari pihak Satpol PP Jakut sudah bicara sama kita. Dua hari yang lalu, Pak Ronny sudah datang ketemu masyarakat. Hanya bangunan yang ada di Pasar Jaya,” tutur Djunaedi.

Saat ini sedikitnya ada 90 bangunan dan 90 keluarga yang tinggal di sana. Kampung Akuarium sebelumnya telah dibongkar oleh pihak pemda DKI Jakarta pada April 2016.

Pemerintah berencana memugar kawasan ini menjadi cagar budaya. Untuk pembongkaran ini, pemda DKI Jakarta sudah menyiapkan rusun di Jalan Raya Bekasi Km 2, rusun tambahan di Rusun Rawa Bebek, dan Rusun Marunda Baru.

Meski demikian, warga kembali menempati lahan tersebut. Mereka beranggapan memiliki hak atas tanah tersebut. Dan saat ini warga tengah melakukan mediasi dengan pihak pemda DKI melalui pengadilan yang sudah dilakukan sebanyak dua kali. Warga mempersoalkan pembongkaran yang dilakukan setahun lalu dan ingin bertemu dengan Ahok untuk menyampaikan aspirasinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s