Tuduh Trump Deklarasi Perang, Korut Sebut Punya Hak Tembak Bomber AS

Tuduh Trump Deklarasi Perang, Korut Sebut Punya Hak Tembak Bomber AS

Korea Utara menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang terhadap negaranya. Negara pimpinan Kim Jong-Un itu pun menyatakan memiliki hak menembak jatuh pesawat pengebom AS.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho. Dia mengatakan, Korut memiliki hak untuk menembak jatuh pesawat tempur AS bahkan jika tidak berada di wilayahnya.

“Seluruh dunia harus mengingat dengan jelas bahwa AS adalah yang pertama kali mengumumkan perang terhadap negara kita,” kata Ri seperti dilansir BBC, Selasa (26/9/2017).

Ri mengatakan itu kepada wartawan saat ia hendak meninggalkan New York, AS, setelah dia berbicara dengan Majelis Umum PBB pada Sabtu (23/9) lalu. Di forum ini, Ri menggambarkan Trump sebagai ‘orang gila mental yang penuh dengan megalomania’ dalam sebuah ‘misi bunuh diri’.

Dalam pidatonya, Ri juga menyebut bahwa serangan rudal Korut ke daratan AS tak terelakkan setelah ‘Presiden Jahat’ Trump mengejek pemimpin Korut Kim Jong-Un sebagai ‘manusia roket’. Menanggapi pidato Ri, Trump kemudian kembali melontarkan ancaman terhadap Korut.

Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan ‘mereka tak akan ada lebih lama lagi’. Respon atas cuitan Trump ini membuat Ri melontarkan tanggapan tajam dengan menyebut Trump telah mendeklarasikan perang terhadap Korut.

“Sejak Amerika Serikat mengumumkan perang terhadap negara kita, kita berhak mengambil tindakan balasan, termasuk hak untuk menembak jatuh pembom strategis Amerika Serikat bahkan ketika mereka tidak berada di dalam wilayah udara negara kita,” ujarnya.

Ucapan Ri ini adalah yang terbaru dari perang kata-kata yang semakin para antara kedua negara. Pernyataan itu muncul dua hari setelah pesawat tempur AS terbang mendekati pantai Korea Utara dalam sebuah demonstrasi yang disebut sebagai misi unjuk kekuatan atas tekad AS.

“Misi ini merupakan demonstrasi tekad AS dan pesan jelas bahwa presiden memiliki banyak opsi militer untuk mengalahkan setiap ancaman,” kata juru bicara Pentagon Dana White seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (24/9).

“Kami siap menggunakan seluruh kemampuan militer untuk membela tanah air AS dan sekutu-sekutu kami,” imbuhnya.

Dalam misi itu, Angkatan Udara Amerika Serikat menerbangkan pesawat-pesawat pengebom B-1B Lancer hingga mendekati wilayah pesisir timur Korea Utara. Dilaporkan Pentagon, pesawat-pesawat pengebom AS tersebut bertolak dari Guam, wilayah AS di Pasifik dan terbang di atas perairan sebelah timur Semenanjung Korea. Saat penerbangan tersebut, pesawat-pesawat pengebom AS itu dikawal oleh jet-jet tempur F-15C Eagle yang bertolak dari Okinawa, Jepang.

Advertisements

Kasus jual beli tanah, eksepsi Bos Pasar Turi ditolak

Kasus jual beli tanah, eksepsi Bos Pasar Turi ditolak

Eksepsi (bantahan dakwaan) terdakwa bos Pasar Turi Baru, yakni Henry J Gunawan, yang diajukan tim kuasa hukumnya ke majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, ditolak.

Persidangan di ruang sidang Candra PN Surabaya yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Mukti, menilai, bahwa kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah di Malang senilai Rp 4,5 miliar, yang dilaporkan oleh seorang notaris yakni Caroline tersebut sudah masuk dalam pokok perkara.

Hakim pun akhirnya memutuskan, memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya supaya menghadirkan saksi di sidang lanjutan, minggu pekan depan. Agendanya pembuktian dengan keterangan saksi.

“Eksepsi yang diajukan terdakwa ditolak. Sidang pekan depan, saya minta jaksa hadirkan saksi di persidangan,” terang Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Unggul Warso Mukti, Senin (25/9).

Mengenai hal tersebut, ketua tim kuasa hukum Henry J Gunawan, yakni Sidik Latuconsina menilai, bahwa alasan dan pertimbangan hakim itu tidak jelas.

“Kita akan lawan, di pembuktian dari keterangan saksi. Kalau terdakwa ini jelas tidak bersalah,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan fakta hukum sebagaimana diuraikan bahwa akta-akta yang dibuat di hadapan PPAT dan notaris apabila dikaitkan dan hubungkan dengan seloka hukum ‘Het Vermoeden Van het Rechtmatgheid’ yang merupakan asas Presumptio of Yustea Causa dan asas praduga sah. Maka surat dakwaan penuntut umum harusnya tidak diterima.

“Berdasarkan ketentuan pasal 156 ayat 1 KUHAP perkara ini harus dihentikan dan harus menunggu putusan perkara perdata yang memiliki relevansi hukum dengan proses pemeriksaan perkara pidana berdasarkan surat dakwaan karena terjadi Prae Judicial Geschill,” ucapnya.

Kasus yang menjerat bos Pasar Turi Baru tersebut berawal dari transaksi jual beli tanah di kawasan Malang, Jawa Timur, dengan nilai Rp 4,5 miliar, pada tahun 2015.

Transaksi jual beli tanah tersebut dilakukan di Surabaya, dengan melibatkan seorang notaris Caroline yang beralamatkan di Jalan Kapuas. Namun, setelah korban sudah memberikan uang, ternyata sertifikatnya tidak diberikan. Sehingga kasusnya itu pun dilaporkan ke kantor polisi oleh notaris

Aksi Sindikat Internasional Menguras ATM di Indonesia

Aksi Sindikat Internasional Menguras ATM di Indonesia

Skimming atau pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu, sudah merebak sejak 2009. Dan kejahatan tersebut terus mengintai para nasabah, hingga kini.

Skalanya pun ternyata sudah begitu meluas. Di tahun 2015, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri sudah mencatat ada 1.549 kasus. Ini artinya sepertiga kasus skimming di dunia terjadi di Indonesia!

Dan, siapa sangka, ternyata pelakunya lintas negara. Penelusuran tim Liputan6.com mengungkap secara terperinci modus operandi sebuah kasus skimming yang terjadi pada Juli 2017 lalu.

Pelakunya adalah Ion Iabanji, yang berpaspor Moldova. Dia beraksi memasang alat skimmer di sejumlah mesin ATM di Bali. Pria 40 tahun itu berkomplot dengan rekannya, Iurie Vrabie (37), yang juga orang asing.

Polisi menduga, keduanya adalah anggota sindikat kejahatan internasional, yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu sasaran operasi mereka.

Kejahatan ini terbongkar berkat laporan yang diterima Bareskrim Polri soal ada penarikan gelap dari rekening 56 nasabah di dua bank di Indonesia. Anehnya, penarikan uang tak berlangsung di dalam negeri, tapi di Amerika Serikat, Bulgaria, Meksiko, dan sejumlah negara lain.

Para nasabah yang jadi korban ramai-ramai melapor ke bank. Mereka tidak merasa menarik uang simpanan, apalagi dari luar Indonesia.

“Transaksi tersebut disanggah nasabah pemilik rekening,” kata Ipda Bambang Meiriawan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini, kepada Liputan6.com.

Saat penyelidikan dimulai, Ipda Bambang mengungkapkan, ada sebuah surat kaleng dikirimkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Surat tanpa identitas itu menginformasikan, ada kelompok jaringan kejahatan finansial siber asal Bulgaria sedang beroperasi di Bali. Juga disebutkan, mereka datang ke Indonesia dengan menggunakan identitas palsu dan menyamar sebagai turis. Kapolri langsung mendisposisikan surat itu ke Direktorat Siber Bareskrim Polri.

Penulis surat kaleng mencantumkan dua nomor telepon seluler. Dari situ, polisi mendapat petunjuk. Aktivitas dua nomor tersebut langsung ditelisik.

“Kami menduga, pengirim surat adalah barisan sakit hati,” kata Kasubdit Siber Kombes Irwan Anwar. Aparat menduga, penulisnya adalah anak salah satu anggota sindikat yang sudah ditangkap polisi.

Berbekal hasil pelacakan nomor telepon di surat kaleng itu, penyidik menemukan jejak para pelaku, yang tak sadar ponsel mereka sudah disadap.

Polisi menguntit kawanan itu yang akan beraksi Kamis tengah malam, 3 Agustus 2017. Kali itu, lokasinya bukan di Bali, tapi di Surabaya.

Ion Iabanji dan Iurie Vrabie tak sadar, gerak-gerik mereka terus dikeker petugas. Kombes Irwan bersama tim buru sergapnya, termasuk Ipda Bambang, sudah bersiaga.

Dengan tenang, para kriminal itu masuk ke sebuah ruangan kaca di mana terdapat dua mesin ATM, di Varna Culture Hotel, Surabaya. Iabanji yang berkaos merah dan topi hitam masuk ke dalam bilik ATM. Vrabie mengawasi di luar.

Dari rekaman CCTV yang dilihat jurnalis Liputan6.com, terlihat apa yang mereka lakukan di bilik ATM berukuran 3×2 meter itu.
Iabanji berdiri cukup lama di depan mesin ATM. Dari luar, ia seperti sedang melakukan transaksi. Namun, jari-jarinya memegangi lubang tempat kartu ATM biasa dimasukkan. Rupanya, ia sedang menempelkan skimmer atau alat pencuri data.

“Di TKP, kami menemukan alat bukti skimmer,” kata Ipda Bambang Meiriawan.

Selesai kedua kriminal itu beraksi, petugas langsung datang mengepung. Mereka tak berkutik, dan langsung diborgol di area parkir hotel.

“Kami juga menemukan kartu yang masih kosong. Nantinya kartu itu akan diisi data,” kata Ipda Bambang.

KPK Siap Beri Bukti Terkait Penetapan Tersangka Setya Novanto

KPK Siap Beri Bukti Terkait Penetapan Tersangka Setya Novanto

Sidang lanjutan praperadilan penetapan tersangka Ketua DPR Setya Novanto di kasus korupsi e-KTP akan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin 25 September 2017.

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai terggugat akan memperlihatkan bukti-bukti penetapan Ketua Umum Partai Golkar tersebut berdasarkan dua alat bukti.

“Setelah KPK menyampaikan jawaban dalam praperadilan e-KTP yang diajukan pihak SN. Besok kami akan menghadirkan bukti-bukti di praperadilan tersebut,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (24/9/2017).

Menurut Febri, KPK akan menyodorkan 200 bukti dokumen penyelidikan kasus e-KTP terhadap Setya Novanto.

“Dari bukti ini dapat ditunjukkan kuatnya kontruksi dari kasus e-KTP ini, termasuk indikasi keterlibatan tersangka (Setya Novanto) yang sudah kita tetapkan,” kata Febri.

Febri berharap, majelis hakim tunggal Chepy Iskandar bisa mempertimbangkan secara matang bukti-bukti yang akan diajukan oleh lembaga antirasuah.

“Dalam rangkaian pembuktian beberapa hari ini juga akan dihadirkan ahli hukum pidana materil, hukum acara pidana dan hukum tata negara. KPK harap majelis hakim akan mempertimbanhkan bukti-bukti yang akan kamu hadirkan,” kata dia

Salah Materi

KPK menilai praperadilan bukanlah tempat untuk menguji cukup atau tidaknya alat bukti bagi tersangka kasus e-KTP Setya Novanto. Hal tersebut dinilai sudah masuk pada pokok materi perkara.

Ketua Biro Hukum KPK Setiadi mengatakan praperadilan hanya menguji syarat formil.

Ini berkaitan dengan apa yang disampaikan Setya Novanto melalui kuasa hukumnya. Mereka menyebut KPK tidak mempunyai alat bukti cukup dan hanya memiliki bukti dari sidang e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

“Ruang lingkup praperadilan tidak boleh masuk pokok perkara, karena meneliti cukup tidaknya alat bukti tugas penuntut umum,” kata Setiadi dalam lanjutan persidangan gugatan praperadilan Setya Novanto di PN Jaksel, Jumat (22/9/2017).

Menurut dia, seharusnya hal itu disampaikan pemohon di Pengadilan Tipikor. Keberatan tersebut, lanjut dia, bisa dimasukkan sebagai bahan pledoi untuk pertimbangan majelis hakim.

“Dalil permohonan telah memasuki pokok perkara. Harusnya disampaikan di pengadilan tipikor sebagai hak pemohon mengajukan pembelaan atau pledoi,” tegas Setiadi.

DPRD Minta Gubernur DKI Terpilih Lanjutkan Pentas Seni Anak

DPRD Minta Gubernur DKI Terpilih Lanjutkan Pentas Seni Anak

d Pentas seni budaya anak lintas agama bertema Gerakan Indonesia Bangkit 2017 di Balai Kota Jakarta, tidak hanya mendapat apresiasi Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, melainkan juga dari DPRD DKI Jakarta.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI William Yani yang turut hadir pada acara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), meminta agar pentas seni serupa dilaksanakan secara rutin dan dilanjutkan Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan.

Menyambut baik acara ini karena mewakili enam agama, kami berharap ini dapat diselenggarakan tiap tahun,” kata Yani di Balai Kota Jakarta, Sabtu, 23 September 2017.

Politikus PDIP itu mengatakan, forum lintas agama tersebut sangat baik bila ditanamkan sejak dini pada anak-anak Jakarta.

“Jadi anak-anak dapat ditanamkan bahwa kita ini beragam, mereka diharapkan bisa mengenal kebinekaan. Bahwa tak ada kebencian dan SARA di Jakarta,” tandas Yani.

Memperdayakan Warga Rusun

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan alasan dirinya dan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ingin terus memberdayakan warga dan anak rusun di Ibu Kota.

“Jadi fungsi pemerintah yang utama itu adalah mendidik. Meskipun anak-anak itu berasal dari rusun, tapi kalau dididik dengan benar dan baik, banyak talenta yang ada di sana,” kata Djarot usai menghadiri operet Aku Anak Rusun di Jakarta, Kamis, 21 September malam.

Istri Djarot, Happy Farida, dan istri Ahok, Veronica Tan, ikut menghadiri acara pentas seni tersebut. Bahkan Vero tampil memainkan musik. Happy dan Vero juga sepakat ingin memberdayakan anak rusun.

Sempurna, Alunan Jazz Iringi Senja di Pantai Senggigi

Sempurna, Alunan Jazz Iringi Senja di Pantai Senggigi

Perhelatan Senggigi Sunset Jazz (SSJ) 2017 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat di pantai Senggigi, Jumat, 22 September 2017, sore, menarik perhatian para wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal, wisatawan asing pun turut mengunjungi pertunjukan musik jazz ini.

Pantauan Liputan6.com, para wisatawan tampak memadati area panggung yang dipasang tepat di pinggir pantai Senggigi itu. Mereka terlihat antusias menikmati alunan musik yang dimainkan para musisi jazz lokal dan nasional tersebut.

Salah seorang pengunjung lokal asal Bintaro, Jakarta Selatan, Anto, mengatakan pergelaran musik yang berlangsung tepat di pinggir pantai tersebut merupakan sesuatu yang unik dan mengesankan. Dia mengaku bisa menikmati indahnya matahari terbenam (sunset) ditemani alunan musik jazz yang membuat rileks.

“Keren banget, gue demen nih acara. Puas banget karena di Lombok gue dapetin acara begini,” ujar Anto pecinta musik Jazz saat berbincang

Selain Anto, salah seorang wisatawan asal Jerman, Yanes, mengaku kagum dengan digelarnya acara bergenre Jazz ini di pantai Senggigi. Menurutnya, musik Jazz merupakan genre musik yang sangat diminati ā€ˇwisatawan asing.

“Sangat bagus, saya senang karena musik jazz itu menurut saya musik yang bagus. Bisa dikatakan bahwa musik jazz juga salah satu jenis musik yang disukai di Jerman,” kata dia.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid yakin pergelaran SSJ tahun 2017 yang akan berlangsung selama dua hari ini pasti bakal diserbu wisatawan yang berlibur dan menikmati pantai tersohor di Lombok Barat itu.

Pasalnya, banyak wisatawan yang datang untuk menikmati suasana Senggigi sejak matahari terbenam hingga malam hari. Apalagi, saat malam tiba, sinar lampu kapal-kapal yang masih berada di tengah laut turut menyemarakkan suasana.

“(Acara) Ini akan berlangsung sampai pukul 23.00 Wita, terlihat pemandangan lampu lampu di pulau seberang, dan kebetulan acara ini juga digelar di pinggir pantai. Ada harmoni alam yang luar biasa,” kata Fauzan.

Oleh karena itu, dia berharap dengan adanya acara ini bisa mendongkrak angka kunjungan wisatawan tahun 2017 khusus di Kabupaten Lombok Barat. Dia mengharapkan wisatawan yang datang ke Lombok melebihi target 1 juta wisatawan.

“Target kita sebenarnya 750 ribu meningkat 50 persen dari tahun lalu. Tetapi Alhamdulillah semester I sampai Juni 2017 sudah terdata 510 ribu wisatawan. Jadi, kita optimis di tahun ini, target kunjungan mencapai 1 juta,” Fauzan menandaskan.

Benarkah Kerbau Bule yang Dikirab 1 Sura di Keraton Solo Bertuah?

Benarkah Kerbau Bule yang Dikirab 1 Sura di Keraton Solo Bertuah?

Keraton Kasunanan Surakarta menggelar kirab pusaka pada malam 1 Sura yang bertepatan dengan malam Jumat kliwon, 21 September 2017. Sebanyak 19 pusaka diarak keliling kawasan keraton dengan kawalan barisan cucuk lampah berupa tujuh ekor kerbau bule keturunan Kyai Slamet.

Puluhan ribu orang memadati kawasan yang dilalui kirab pusaka Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo. Kirab yang dimulai dari Kori Kamandungan itu melintasi alun-alun utara-Gladag-Jalan Mayor Kusmanto-Jalan Kapten Mulyadi-Jalan Veteran-Jalan Yos Sudarso-Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke keraton.

Kirab pusaka itu dimulai dari keraton sekitar pukul 22.45 WIB dengan ditandai hadirnya rombongan kerbau bule dari kandangnya di Alun-alun selatan menuju Kori Kamandungan.

Dalam kirab pusaka malam 1 Sura, kerbau bule pun bersolek. Kerbau itu pun dikalungi kembang melati dan kanthil. Tak hanya itu, sejumlah sesaji dan uba rampe juga dipersembahkan di depan Kori Kamandungan untuk kerbau bule yang akan memimpin kirab pusaka.

Keberadaan kerbau albino itu diyakini memiliki tuah bagi sebagian masyarakat. Tak pelak, mereka rela berebut untuk mendapatkan sisa pakan kerbau berupa ketela, pisang, dan lainnya ketika rombongan cucuk lampah itu berjalan meninggalkan halaman keraton.

 

Sedangkan di barisan belakang, terdapat rombongan ribuan abdi dalem yang mengenakan beskap hitam lengkap untuk laki-laki dan busana kebaya hitam untuk perempuan. Mereka berbaris untuk mengarak pusaka milik keraton yang dikirab pada malam 1 Sura.

Berdasarkan hitungan iring-iringan pusaka yang dikirab, pawai itu mengarak sebanyak 19 pusaka yang dikeluarkan pihak keraton. Masing-masing pusaka diarak oleh serombongan abdi dalem. Mereka juga membakar dupa dan menyan serta membawa lampu petromak dan obor api.

Dalam kirab pusaka malam 1 Sura itu, juru bicara Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Benowo mengatakan kerbau bule menjadi barisan cucuk lampah dalam kirab.
“Jumlahnya hanya tujuh ekor kerbau bule yang dikeluarkan. Kalau banyak jumlahnya, nanti repot mengurusinya,” kata dia di Keraton Solo, Kamis malam, 21 September 2017.

Meskipun sebagian masyarakat menyakini bahwa kerbau tersebut memiliki tuah, Benowo berpendapat kerbau keturunan Kyai Slamet itu hanya kerbau biasa. “Kerbau Kyai Slamet itu kerbau biasa tidak ada apa-apa. Hanya salah persepsi saja soal itu (tuah),” kata dia.

Menurut cerita, kerbau bule awalnya merupakan hadiah dari Raja Bone di Sulawesi yang dipersembahkan kepada Raja Keraton Solo. “Terus di sini kerbau itu dipelihara dan beranak jadi sampai sekarang masih hidup,” ungkapnya.

Perihal pusaka milik keraton yang dikirab pada malam 1 Sura, Benowo menyebutkan terdapat 19 pusaka yang dikeluarkan dari tempat penyimpanan di keraton. Padahal, dalam kirab sebelumnya jumlah pusaka hanya sekitar tujuh pusaka.

“Jumlah maksimal pusaka yang dikeluarkan dalam kirab sebanyak 13 pusaka. Tapi dalam kirab kali ini jumlah pusaka yang dikirab 19 pusaka yang terdiri dari 18 pusaka tombak dan 1 trisula. Ini kejutan yang diberikan Sinuhun,” katanya.

Sementara itu, kerabat keraton lainnya, KGPH Dipokusumo mengatakan tak hanya kirab pusaka keliling keraton, sejumlah ritual juga dilakukan di dalam tembok istana keraton saat kirab tersebut berlangsung. Mereka yang tidak ikut kirab akan bersemedi di dalam keraton.

“Selain semedi atau meditasi, yang kedua adalah melaksanakan salat Hajat di Masjid Puromosono,” jelas dia.

Dipo menambahkan, setelah iring-iringan kirab pusaka kembali masuk keraton, prosesi selanjutnya berdoa bersama di gudakan paringrat. Doa bersama itu akan selesai saat tibanya waktu salat Subuh.

“Doa bersama dilakukan untuk mendoakan wilujeng dalem Sinuhun dan garwo (istri), putra dalem, sederek dalem, sentana dalem dan abdi dalem. Selain itu juga doa untuk wilujeng Negara Kesatuan Republik Indonesia seisinya. Inti isi doanya seperti itu,” kata dia.

Polisi Buru 2 Tersangka Lain Duel ala Gladiator di Bogor

Polisi Buru 2 Tersangka Lain Duel ala Gladiator di Bogor

Polisi telah menangkap empat tersangka dalam kasus kematian Hilarius Christian Event Raharjo yang dipaksa duel ala gladiator di Taman Palupuh, Kota Bogor, Jawa Barat.

Namun, menurut Kapolres Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, pihaknya masih memburu dua tersangka lain dalam duel maut yang menewaskan Hilarius.

Keempat pelaku yang sudah tertangkap itu adalah BV, HK, MS dan TB. Ulung menjelaskan, keempat tersangka memiliki peran masing-masing dalam duel ala gladiator.

BV bertarung dengan korban, HK berperan menyuruh melakukan kekerasan, MS sebagai wasit, dan TB yang menyuruh dan menempatkan korban untuk berduel.

“MS selain sebagai wasit juga ikut melakukan kekerasan,” kata Ulung di Bogor, Jawa Barat, Kamis, 21 September 2017.

Duel ala gladiator antara kelompok pelajar SMA Mardi Yuana dengan Budi Mulia ini sudah berlangsung selama empat tahun dan menjadi tradisi setiap menjelang turnamen basket di Bogor.

“Masing-masing sekolah diwakili lima orang. Kemudian mereka duel satu lawan satu secara berbarengan di tengah lapangan,” kata dia.

Duel tersebut, ujar Ulung, biasa dilakukan di lapangan dan disaksikan puluhan siswa dari kedua sekolah tersebut.

“Sebelum duel, promotor atau seniornya akan mencari tempat yang agak sepi,” ujar Ulung.

Jika sudah menemukan tempat yang cocok, kedua kelompok itu bertemu untuk duel satu lawan satu.

Terancam 15 Tahun Penjara

Keempat pelaku dijerat dengan Pasal 80 Jo 76 huruf C Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancamannya hukuman 15 tahun penjara,” kata Ulung.

Sementara itu, Paur Subag Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar mengatakan, ada beberapa gladiator yang juga bertarung saat Hilarius dan siswa berinisial BV alias AB berduel. Setidaknya ada sekitar lima pasang gladiator yang duel di Taman Palupuh, Kota Bogor, saat itu.

“Itu kan pasang-pasangan. Memang ada keterangan seperti itu (ada duel lain), tapi butuh pendalaman,” ujar Rachmat saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Kamis, 21 September 2017 malam.

Beberapa siswa yang terlibat dalam pertarungan itu telah diperiksa sebagai saksi. Meski polisi fokus mengusut kasus kematian Hilarius, keterangan para saksi yang ada di lapangan saat itu tetap penting untuk membangun konstruksi hukum perkara tersebut.

“Itu di antaranya ada yang sudah diperiksa sebagai saksi. Tapi yang sekarang kita sidik ini, kita fokus yang terlibat dalam kasus kematian,” kata dia.

Aksi Konyol Begal Saat Dilawan Emak-Emak

Aksi Konyol Begal Saat Dilawan Emak-Emak

Perempuan tak selamanya mahluk yang lemah, seperti Ibu Toriya. Meski usianya tak lagi muda yakni 49 tahun, emak-emak ini berani berduel dengan dua begal. Apa yang terjadi kemudian? Kedua begal yang dilawannya ini kocar-kacir, bahkan meninggalkan sepeda motornya.

Kisah keberanian Toriya sebenarnya terjadi pada 12 Agustus 2017 lalu. Namun, baru dirilis polisi ke media setelah pelakunya tertangkap. Satu tersangka itu bernama Emmat (54). Berkasnya diserahkan ke Polres Bangkalan oleh penyidik Polsek Geger, Kabupaten Bangkalan, Rabu, 20 September 2017.

“Masih ada satu tersangka lain bernama Arif, 35 tahun, masih buron,” kata Kepala Unit Reskrim, Polsek Geger, Bripka Rachmad Faisal.

Menurut Faisal, Toriya merupakan warga Desa Batu Belle, Kecamatan Geger. Sehari-hari, ia mencari nafkah dengan berjualan di Pasar Geger. Siang itu, sepulang jualan, Toriya yang dibonceng keponakannya dibuntuti dua begal, masing-masing bernama Emmat dan Arif.

 

Sesampainya di jalan sepi, Desa Campor, Kecamatan Geger, motor Honda Beat yang dipakai Toriya ditendang oleh pelaku. Toriya jatuh tersungkur.

Begal itu kemudian turun dan menodongkan celurit pada korban. Namun, Toriya melawan. Dia mempertahankan tas berisi uang hasil jualan, hingga tangannya luka kena sabetan.

“Saat duel, korban sambil teriak minta tolong,” ujar Faisal.

Teriakan itu didengar warga, mereka kemudian datang menuju sumber suara. Melihat warga berdatangan, nyali kedua begal menjadi ciut. Tak ingin tertangkap dan diamuk warga, mereka memilih kabur, lari ke semak-semak, dan meninggalkan sepeda motor Revo yang dipakai.

Lima hari kemudian, setelah memeriksa sejumlah saksi dan korban, aparat Polsek Geger yang menangani kasus itu berhasil mengindentifikasi pelaku begal. “Tersangka Emmat kami tangkap di tempat persembunyiannya di Desa Kampak,” ucap Faisal.

 

Gonggongan Kawanan Anjing Liar pada Tas Kuning di Dekat Nisan?

Gonggongan Kawanan Anjing Liar pada Tas Kuning di Dekat Nisan?

Warga Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap dihebohkan penemuan mayat bayi perempuan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karangsuci, Jalan Karangsuci Donan, Rabu, 20 September 2017.

Kapolsek Cilacap Tengah, AKP Aceng Rohman mengatakan, penemuan itu berawal saat seorang warga setempat, Siti Aminah melihat sekawanan anjing mengerumuni bungkusan tas wanita berwarna kuning, Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Anjing-anjing itu tak henti-hentinya menyalak sambil mengelilingi tas yang tergeletak di dekat batu nisan.

Lantaran curiga, Aminah kemudian memanggil warga lainnya, Suparman, yang kebetulan melintas, untuk mengecek isi tas. Setelah dibuka, di dalam tas itu terdapat beberapa kaos dan selimut bayi membungkus suatu benda. Suparman pun kemudian membuka kain yang menutupi benda itu dan terkejut saat melihat isinya.

Ternyata benda tersebut adalah mayat bayi berjenis kelamin perempuan. Dua orang itu lantas melaporkan kepada Ketua RT dan Pemdes setempat, yang lantas meneruskan laporan itu ke kepolisian.

“Di dalamnya terdapat seorang bayi perempuan sudah dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya mereka menghubungi perangkat RT setempat dan diteruskan ke Polsek Cilacap Tengah,” kata Aceng, Rabu (19/9/2017) siang.

Setelah menerima laporan dari warga, Kapolsek dan anggota unit Reskrim mendatangi lokasi kejadian untuk mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Mayat bayi itu kemudian dibawa ke RSUD Cilacap untuk menjalani proses visum. Polisi juga telah memintai keterangan beberapa saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

Aceng menambahkan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa tas wanita warna kuning, plastik pembungkus bayi, kaus warna hitam bertuliskan Komunitas Reggae, kaus warna merah bertuliskan Hard Rock Cafe Bali, baju perempuan warna merah motif kembang, kain jarit, dan selimut bayi.

“Kami masih menyelidiki kasus ini untuk menemukan ibu kandung bayi,” Aceng memungkasi.