Diskon Besar-besaran Toyota di GIIAS

Diskon Besar-besaran Toyota di GIIAS

Toyota untuk kesekian kalinya ikut serta pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Selain memamerkan berbagai produknya, Toyota tahun ini juga menghadirkan potongan harga.

Salah satu tenaga penjual Toyota, Johan, mengatakan hampir semua produk Toyota ada potongan harganya. Lanjutnya, dari sekian banyak produk yang dipamerkan dan dijual, Toyota Sienta jadi paling besar potongan harganya.

“Untuk sekarang ini Sienta yang paling besar diskonnya, angkanya bisa sampai Rp 25 juta,” kata Johan.

Besar potongan harga dikatakan Johan tergantung model dan tipe yang diinginkan konsumen.

“Diskon masing-masing mobil beda-beda. Contoh untuk Avanza diskonnya Rp 18 juta. Agya kecil potongannya, mungkin kisaran maksimal cuma Rp 3 jutaan,” pungkasnya

Bangga! Naga Purba Cuma Ada di Indonesia

Bangga! Naga Purba Cuma Ada di Indonesia

Naga purba alias komodo habitat aslinya di Indonesia. Komodo dikenal di dunia mancanegara dan menarik banyak turis datang berkunjung ke habitat aslinya di NTT.

Komodo merupakan spesies kadal terbesar di dunia yang habitat aslinya di Indonesia, seperti Pulau Komodo serta Pulau Rinca yang masuk kawasan Taman Nasional Komodo di Kabupaten Maggarai, NTT. Panjang seekor komodo ini bisa mencapai 2-3 meter dan berat 70 kg.

Melihatnya langsung di alam bebas pun tentunya menjadi pengalaman liburan tak terlupa. Traveler memang bisa melihat komodo di sejumlah kebun binatang. Namun tentunya beda dengan sensasi melihat langsung naga purba ini di habitat aslinya. Misalnya saja di Pulau Komodo, seperti saat detikTravel berkunjung ke sana beberapa waktu silam.

Traveler bisa melihat langsung bentuk tubuhnya yang memanjang dan memiliki ekor. Komodo ini hewan karnivora yang memakan daging bangkai. Kukunya tajam, biasa digunakan untuk bertarung.

Selain itu komodo juga punya senjata lainnya untuk menangkap mangsa. Terutama air liur yang mengandung 60 bakteri mematikan. Mangsa yang diserang dan terkena air liurnya akan lemas tak berdaya dalam hitungan hari.

Saat itu barulah komodo memakannya. Jadi komodo tidak menyerang dan langsung memakan mangsa, melainkan menanti mangsanya lemah tak berdaya. Komodo juga bisa lari dengan cepat, memiliki kemampuan berenang hingga 300 meter dan mampu mencium darah hingga radius 7 km.

Bisa dibilang komodo layak masuk daftar hewan berbahaya di dunia. Untuk komodo yang tinggal di Pulau Komodo umumnya berukuran lebih besar dari yang di Pulau Padar. Kalau ingin berkunjung ke Pulau Komodo dan bertemu langsung dengan naga purba itu, traveler bisa memilih untuk trekking.

Di Pulau Komodo telah disediakan kawasan khusus untuk trekking dengan 4 tipe yakni Short Trek, Medium Trek, Long Trek dan Adventure Trek. Jarak yang ditempuh untuk Short Trek sejauh 1 km, Medium Trek 1,5 km, Long Trek 2 km dan Adventure Trek 7-8 km.

Dalam Short Trek, hanya terdapat beberapa tanjakan. Di Medium Trek, terdapat tiga perbukitan kecil. Di Long Trek, lebih banyak perbukitan dan lebih menantang. Sedangkan pada Adventure Trek, lebih masuk ke dalam hutan, melewati hutan bambu hingga jalur yang lebih ekstrem.

Untuk bertemu komodo sebaiknya pilih Medium Trek atau Adventure Trek. Nanti kamu bisa berfoto dengan komodo yang ditemui, tapi tentunya dari jarak aman dan bersama ranger. Selama trekking ranger akan selalu menemani traveler.

Traveler dilarang untuk berjalan sendiri, membuat gaduh dan bergerak secara tiba-tiba. Semua ini demi keamanan wisatawan. Pastinya kalau mengikuti peraturan, semua bakalan aman terjaga.

 

Asian Games 2018 Diharapkan Jadi Penggerak Semangat dan Emosi

Asian Games 2018 Diharapkan Jadi Penggerak Semangat dan Emosi

Satu tahun lagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Pesta olahraga negara-negara se-Asia itu diharapkan bisa menggerakkan emosi dan semangat rakyat Indonesia.

Indonesia untuk kali kedua akan menjadi tuan rumah Asian Games setelah terakhir kali mendapat kepercayaan di tahun 1962. Harapan terkait perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia ini pun tumbuh.

Sebab, saat menggelar Asian Games pada 1962, wajah Jakarta berubah 180 derajat. Presiden Soekarno ketika itu menginstruksikan pembangunan jalan layang Semanggi, transportasi umum, dan Hotel Indonesia.

Yang lebih hebatnya lagi, Indonesia sebagai negara yang masih berusia 17 tahun langsung bisa membangun Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dengan kapasitas penonton mencapai seratus ribu, yang saat itu jadi salah satu stadion termegah di dunia.

Kini, efek dari Asian Games yang akan berlangsung pada tahun depan kembali terlihat. Pemerintah dengan cepat membangun transportasi MRT sampai merombak kawasan GBK.

Dengan kehadiran Asian Games Jakarta-Palembang, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, punya banyak harapan jelang satu tahun event olahraga empat tahunan ini berlangsung.

“Sudah barang tentu ini harus menjadi energi bagi kita semua untuk menggerakkan emosi, semangat, dukungan, dan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana masyarakat Indonesia mulai selalu mengerti dan mendukung Asian Games,” kata Imam usai menyaksikan Countdown Asian Games 2018 di Silang Monas, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

“Mereka bisa terlibat sebagai sukarelawan, bahkan di bidang ekonomi, sehingga memanfaatkan Asian Games ini untuk hal ekonomi hingga konsolidasi sosial,” pungkasnya.

Bandar Narkoba Ditembak Mati

Bandar Narkoba Ditembak Mati

Polisi menembak mati bandar narkoba di Sumatera Utara. Dia ditembak mati karena melawan kepada petugas. Dari tangannya, 1 kilogram sabu disita.

“Pelaku meninggal dunia bernama Musli Adi (39), warga Aceh. Selain itu, dua orang ditangkap Yossi Andrian (30) dan Baktiar (29),” kata Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut AKBP Hilman Wijaya kepada detikcom, Jumat (18/8/2017).

Ia mengatakan, penindakan tersebut dilakukan pada Kamis (17/8) sekitar pukul 22.30 WIB di Besitang, Kabupaten Langkat. Saat itu, petugas mendapat informasi adanya peredaran narkoba.

“Petugas dapat info bahwa mobil jenis Land Cruiser BK 1381 IM membawa narkotika. Kemudian petugas lidik dan menemukan mobil melintas di Besitang,” ujar Hilman.

Melihat hal itu, petugas kemudian mengikuti seterusnya melakukan penindakan dan menangkap 3 pelaku. Didalam mobil itu, ditemukan sabu seberat satu kilogram.

Dalam pemeriksaan, diketahui sabu tersebut dipesan oleh seseorang kepada pelaku Musli di daerah Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

“Namun, pemesan tidak ditemukan. Saat di perjalanan, pelaku Musli Adi melawan dan berupaya merampas senjata api petugas sehingga petugas melakukan tindakan tegas (menembak pelaku) dan pelaku Musli Adi meninggal dunia,” jelasnya.

Selain sabu, petugas juga menyita 6 unit HP dan satu unit mobil jenis Land Cruiser. “Pelaku Yossi dan Baktiar dibawa ke kantor. Sedangkan pelaku meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara,” tutup Hilman.

Takut Diamuk Massa, Maling Aki Mobil Terjun ke Kalimalang

Takut Diamuk Massa, Maling Aki Mobil Terjun ke Kalimalang

Seorang pria nekat menerjunkan diri ke Kalimalang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Pria tersebut diduga takut diamuk masa karena mencuri aki mobil.

Informasi yang dihimpun detikcom di lapangan, pria tersebut nekat menceburkan diri ke dasar Kalimalang, Kampung Pasir Konci, Desa Pasar Sari, Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (15/8/2017). Sebelumnya warga menangkap basah maling itu tengah mencongkel aki mobil di pinggir jalan.

Secara spontan warga meneriaki pelaku maling. Alhasil pria melarikan diri, hingga akhirnya terpojok dan menyeburkan diri ke Kalimalang.

Atas peristiwa itu petugas dari Polsek Cikarang Selatan yang dibantu Tim Sar dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi langsung melakukan pencarian.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Kunto Bagus membenarkan kejadian itu. Menurut dia, sampai saat ini petugas gabungan fokus pada penelusuran sisi kali.

“Tim masih berusaha melakukan pencarian. Banyak kemungkinan soalnya. Bisa hanyut atau menyangkut di sisi kali,” pungkasnya

Usaha petugas pencarian hingga malam ini belum membuahkan hasil. Tim terus melakukan pencarian.

Menyikapi Kabar Efek Vaksin MR yang Bikin Lumpuh

Menyikapi Kabar Efek Vaksin MR yang Bikin Lumpuh

Orang tua mana pun tentu khawatir mendengar kabar siswa SMP yang disebut lumpuh usai mendapat vaksin Measles Rubella (MR). Apalagi bulan Agustus dan September kan sedang digalakkan pemberian vaksin MR secara gratis. Jangan keburu reaktif dan mengambil keputusan yang justru kontra-produktif ya, Bun.

Ketua Komnas PP Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Dr dr Hindra Irawan Safari, SpA(K), M.Trop.Paed menegaskan vaksin MR sangat aman dan efektif. Namun dengan seiring meningkatnya jumlah vaksin yang diberikan maka akan muncul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Karena itu lahirlah kajian dari tim ahli yang independen untuk menilai apakah suatu peristiwa yang muncul ada kaitan dengan imunisasi atau tidak

Terkait kabar kelumpuhan usai mendapat vaksin MR, telah dilakukan investigasi. dr Hindra menyebut pemberian vaksin merupakan tindakan medik yang mempunyai risiko medik, jadi wajar jika ada reaksi setelah pemberian vaksin dengan catatan selama selama pelaporan masih dalam batas normal. “Jika terjadi serempak di berbagai kota baru bisa dibilang produk vaksin bermasalah,” terang dr Hindra dalam keterangan pers di kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Jadi hingga saat ini, lanjut dr Hindra, dari data yang ada menunjukkan tidak terdapat hubungan kausal antara gejala penyakit yang muncul dengan vaksin yang diberikan. “Kejadian yang terjadi setelah divaksin itu bukan diagnosis. Diagnosis itu lebih seperti tiroid atau demam berdarah,” imbuh dr Hindra.

 

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM mengatakan bahwa tim juga punya timeline tentang batas waktu yang harus dilaporkan dan dilakukannya tindakan.

“Jika terjadi suatu dugaan pasca imunisasi, jangan langsung menilai keseluruhan sehingga membuat resah masyarakat lainnya, seharusnya ada konfirmasi terlebih dahulu. Jika terjadi masalah maka dinkes kabupaten kota melalui pokja KIPI-nya harus melaporkan dalam 24 jam,” papar dr Subuh.

“Kemudian dari dinkes provinsi komda ke PP KIPI antara 24 hingga 72 jam pada saat penemuan kasus, dari program P2P ke Komnas KIPI dari 24 jam hingga 7 hari setelah penemuan kasus. Jadi untuk kasus di Demak telah berproses kurang dari 3 hari sampai dengan hari selasa ini. Bahkan tim dari Komnas PP terjun langsung untuk kasus ini,” sambung dr Subuh.

dr Hindra menambahkan selain kurangnya cukup bukti dari kasus siswi yang mengalami kelumpuhan di Demak dengan pemberian vaksin, ditelusuri kembali ternyata anak tersebut juga ada riwayat sakit sebelum divaksin.

Oh iya, anggota KIPI itu ada dari perwakilan dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis saraf, dokter spesialis forensik, farmakolog, vaksinolog, serta imunolog dari lintas sektor yang terkait, Bun. Nah, tugas dari KIPI adalah melakukan causality assesment, yakni mengkaji dari semua data yang ada dan akhirnya bisa mengklasifikasikan temuannya.

Terkait vaksin MR, kenapa pemerintah memberikan secara gratis di bulan Agustus dan September, adalah demi mewujudkan eliminasi penyakit campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella atau Congenital Rubella Syndrome di Indonesia pada tahun 2020. Seperti kita tahu kalau ibu hamil semester awal terkena rubella berisiko kecacatan pada anak yang dikandungnya. Jadi jangan sampai anak kena rubella lalu menularkannya pada ibu hamil. Semoga kita semua selalu sehat ya. Aamiin.

Kampung Lobuk Punya 2 Desa, 2 Kecamatan, 2 Kabupaten

Kampung Lobuk Punya 2 Desa, 2 Kecamatan, 2 Kabupaten

Namanya Kampung Lobuk, yaitu satu kampung pesisir di Pulau Madura, Jawa Timur. Profesi warganya 80 persen nelayan. Sisanya jadi perantauan dalam negeri atau jadi tenaga kerja Indonesia (TKI). Lobuk merupakan kampung yang tenang. Di sini jarang terdengar bising kendaraan.

Lobuk juga punya pantai yang indah, pantai tak bernama. Banyak pohon waru tumbuh. Siang hari, banyak warga duduk-duduk santai di bawah pohon waru, pohon yang daunnya berbentuk hati itu. Namun sayang, pesisir pantai kurang bersih. Banyak sampah plastik dan guguran daun waru bertebaran.

Di balik semua keindahan itu, Kampung Lobuk juga satu kampung yang unik. Unik karena secara geografis, kampung yang tak seberapa luas itu mencakup dua kabupaten.

Wilayah Lobuk sebelah barat masuk dalam wilayah Desa Bumi Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Sebelah timur masuk wilayah Desa Trapang, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

“Jadi Lobuk itu punya dua desa, dua kecamatan, dua kabupaten,” kata Muhammad Nur Alim, Kepala Sekolah MA Darul Ittihad, Geger, Bangkalan, kelahiran kampung Lobuk, Senin (14/8/2017).

Meski terbagi dua wilayah, warga Lobuk tetap satu-padu. Warga tak mau di kotak-kotakkan berdasarkan wilayah. Kampung Lobuk hanya satu. Pemuda Lobuk hanya bikin satu klub bola, yaitu Putera Samudera.

Warga Lobuk juga hanya membentuk satu jemaah Yasinan. Masjidnya pun hanya satu, Masjid Baiturrahman yang dibangun di wilayah yang masuk wilayah Kabupaten Bangkalan.

“Kalau madrasah dan TK, masing-masing dua, menyesuaikan wilayah. Lobuk yang masuk Kabupaten Sampang dan Lobuk wilayah Bangkalan punya madrasah,” ujar Nur Alim.

Nur Alim sendiri kalau ditanya orang tentang tempat tinggalnya, lebih suka mengaku warga Bangkalan. Meski rumahnya di Lobuk masuk wilayah Sampang.

“Saya lebih sering ke Bangkalan, teman-teman banyak di Bangkalan, istri orang Bangkalan, kerjaan juga di Bangkalan, dan sekarang KTP saya Bangkalan,” dia menerangkan.

Letak wilayah Lobuk yang mencakup dua kabupaten itu, sering dijadikan bahan candaan warga. Misalnya, bila ditanya mau salat Jumat di mana, mereka akan jawab mau salat di Bangkalan.

Jika pulang dari masjid dan berpapasan dengan orang kemudian ditanya mau ke mana, giliran menjawab dengan mau pulang ke Sampang.

Dari segi fasilitas, khususnya kesehatan seperti puskesmas pembantu dan bidan, lebih lengkap di Lobuk yang masuk wilayah Bangkalan. Bila berobat, warga Lobuk yang masuk wilayah Sampang sering berobat ke puskesmas atau bidan di wilayah Bangkalan.

Tanpa Riasan, Foto Pengantin Perempuan Bangladesh Ini Viral

Tanpa Riasan, Foto Pengantin Perempuan Bangladesh Ini Viral

Pengantin wanita di Bangladesh ini menjadi sorotan gara-gara memasang foto diri di media sosial, tanpa polesan make-up dan perhiasan seperti digunakan para mempelai perempuan pada umumnya. Ia terlihat sederhana, hanya mengenakan pakaian tradisional sari dengan penutup kepala.

Tasnim Jara yang merupakan seorang pengelola sebuah yayasan amal untuk perawatan medis bagi orang miskin, mengatakan bahwa dia ingin mengubah pandangan orang terkait pengantin wanita yang harus menikah secara mewah dengan banyak perhiasan emas.

“Secara pribadi, saya merasa perlu mengubah pola pikir ini,” tulis Jara seperti dikutip dari Asia One, Senin (14/8/2017).

Postingan tersebut menjadi populer dalam waktu singkat, mendapat lebih dari 91.000 ‘likes’ dan 24.000 ‘repost’.

“Seorang gadis tak seharusnya memerlukan lotion pemutih, kalung emas atau kain sari mahal untuk menjadi seorang mempelai pengantin wanita atau membuatnya merasa percaya diri,” tutur Jara.

Jara memiliki pendapat tersebut karena sejak tumbuh dewasa, keluarga dan teman-temannya mempunyai prinsip bahwa pengantin perempuan akan selalu merasa tak sempurna tanpa ‘pernak-pernik’ serta status yang ditentukan dengan banyaknya emas saat acara pernikahan.

Jara yang jarang kondangan juga kerap mendengar orang-orang bergosip “berapa harga gaunnya?”, “mempelai perempuannya cantik tidak?”. Hal-hal tersebutlah yang membuat sang mempelai merasa tertekan dan akhirnya tidak menjadi diri sendiri saat menggelar acara pernikahan.

Jara menghadapi banyak pertentangan atas pilihannya dalam pernikahan yang sederhana, termasuk dari keluarga sendiri. Beberapa kerabatnya bahkan menolak untuk foto bersama karena menganggapnya bukan pengantin yang sempurna.

Beberapa negara mayoritas Muslim juga memperdebatkan prosesi pernikahan mewah. Di mana keluarga menghabiskan banyak uang dan berujung pada utang selama bertahun-tahun.

Seorang netizen di Bangladesh mengatakan Jara “tidak berhak mengkritik” orang lain yang ingin mengeluarkan uang untuk make-up dan memakai perhiasan. Meski sebagian besar dari 1.400 komentar pada postingan komentar mendukung langkahnya.

“Itu langkah yang mengagumkan … saya juga membenci tradisi itu,” tulis si pendukung.

 

Faisal Basri: Daya Beli Masyarakat RI Tidak Melemah

Faisal Basri: Daya Beli Masyarakat RI Tidak Melemah

Ekonomi nasional yang tumbuh di level 5,01% di kuartal II-2017 tidak memperlihatkan bahwa daya beli masyarakat mengalami kelesuan. Hanya saja konsumsi rumah tangga tidak tumbuh tinggi karena masyarakat lebih banyak menabung.

Hal tersebut diungkapkan pengamat ekonomi Faisal Basri dalam acara Forum Merdeka Barat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Faisal mengatakan, kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi nasional yang ada di level 5,01% masih dari sektor konsumsi rumah tangga sebesar 2,65% dan yang kedua adalah investasi yang sebesar 1,69% dan net ekspor sebesar 0,59%.

“Kita lihat, konsumsi itu kan ditentukan oleh pendapatan. Konsumsi sama dengan pendapatan dikurang saving, Pak Kecuk (Kepala BPS) menunjukkan, proporsi tabungan terhadap total pendapatan naik. Jadi masyarakat nabung lebih banyak dengan korbankan konsumsi. Jadi belanjanya kurang tidak berarti daya beli turun,” kata Faisal.

Indikasi lain yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tidak mengalami pelemahan adalah tarif pajak yang tidak ada kenaikan.

“Tapi kalau pemerintah jadi menurunkan tingkat batas pendapatan tidak kena pajak (PTKP), baru terasa. Jadi daya beli itu yang tercermin dari konsumsi, tidak ada gangguan dari mana-mana, tidak ada gangguan dari berbagai arah,” jelas dia.

Lanjut Faisal, data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebutkan bahwa sektor pariwisata di Indonesia khususnya jumlah wisata mancanegara (wisman) naik 22,4% dengan jumlah turis sejak 2015 yang tembus 10 juta.

Dari peningkatan jumlah turis yang datang ke Indonesia, juga membuat penumpang udara naik 10,2% yang menunjukan konsumsi masih terjadi, lalu dari penerbangan internasional naik sebesar 13,54%, sedangkan kereta api juga naik 8,53%.

“Jadi tidak terjadi penurunan daya beli masyarakat, pertumbuhan ritel itu tidak mengalami penurunan, tapi pertumbuhannya melambat, biasalah kalau omzetnya turun dia (pengusaha) teriaknya kencang, tapi kalau rezekinya bagus enggak teriak karena nanti orang pajak datang,” tukas dia.

Senada dengan Faisal, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tidak lesunya daya beli masyarakat terlihat dari masih dominannya konsumsi rumah tangga berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. Konsumsi rumah tangga masih tumbuh walaupun tipis.

“Pengeluaran rumah tangga pada kuartal II 4,95% itu tumbuh, jadi kalau ada yang bilang turun sangat tidak mungkin. Kalau dibanding triwulan I itu 4,94%. Meskipun tipis tapi naik, tapi dibanding triwulan II 2016 memang ada perlambatan,” kata Suhariyanto.

Dari 75.000 Ton, 52.500 Ton Garam Impor Sudah Masuk RI

Dari 75.000 Ton, 52.500 Ton Garam Impor Sudah Masuk RI

Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor garam kepada BUMN, PT Garam (Persero), untuk importasi 75.000 ton garam. Impor dilakukan untuk mengatasi kelangkaan yang membuat harga bumbu dapur tersebut melambung tinggi.

Sekretaris Perusahaan PT Garam, Hartono, mengatakan saat ini tercatat sudah ada 52.500 ton garam impor yang masuk dari total kuota impor yang diberikan untuk kebutuhan bahan baku garam konsumsi.

“Hari Sabtu jam 3 dini hari datang lagi garam sebanyak 27.500 ton lewat Tanjung Perak (Surabaya). Jadi kalau tanggal 10 (Agustus) lalu sudah masuk 25.000 ton. Jadi totalnya sekarang yang masuk 52.500 ton,” kata Hartono kepada detikFinance, Minggu (13/8/2017).

Menurut dia, garam impor pengapalan terakhir dari Australia akan datang pada 21 Agustus mendatang sebanyak 22.500 ton lewat Pelabuhan Belawan di Medan. Sebelumnya, garam impor pertama kali masuk sebanyak 25.000 ton melalui Pelabuhan Ciwandan, Banten.

“Jadi ada 3 lokasi untuk kedatangan garam impor 75.000 ton ini, pertama Banten, kedua Tanjung Perak, ketiga di Belawan. Karena sesuai hasil ratas, arahnya pintu masuknya melewati 3 pelabuhan. Kita hanya ikuti pemerintah,” ungkap Hartono.

Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, menjelaskan impor yang masuk tersebut dipakai untuk mencukupi kekurangan garam konsumsi yang diproduksi di Juli dan Agustus, lantaran banyak sentra penghasil garam yang gagal panen akibat musim kemarau basah.

Menurut Oke, pada Juli lalu, hanya ada sisa produksi sekitar 6 ribu ton. Artinya, jika ditambah dengan garam impor sebanyak 75 ribu ton, masih ada ruang cukup besar yang dapat diisi oleh sentra garam lokal, dengan asumsi kebutuhan garam konsumsi dalam sebulan sebanyak 100.000 ton.

“Sudah diatur dari awal. Makanya kita izinkan 75.000 ton. Untuk Agustus karena belum berproduksi, sisa produksi dari Juli cuma 6.000 kalau enggak salah. Sehingga kebutuhan 100.000 ton dengan 75.000 itu enggak tercapai seharusnya. Tapi kan sudah mulai produksi akhir Agustus. Ya jadi tidak ganggu produksi dalam negeri dan kebutuhan tetap terpenuhi,” ucap Oke