Salam Komando, SBY-Prabowo Sepakat Kerja Sama

Salam Komando, SBY-Prabowo Sepakat Kerja Sama

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas. Pertemuan itu diawali dengan menyantap nasi goreng bersama.

“Tadi kita telah makan nasi goreng yang luar biasa enaknya,” kata Prabowo saat konferensi pers bersama SBY usai pertemuan, Kamis (27/7/2017).

Nasi goreng itu dimasak oleh pedagang kaki lima yang pada gerobaknya bertuliskan ‘Jatim-Ngawi’. Nasi goreng itu berharga Rp 12.000 per porsinya.

“Saya harus akui secara jujur, nasi goreng ini menyaingi nasi goreng Hambalang,” ujar Prabowo.

Hambalang yang dimaksud adalah lokasi kediaman Prabowo. Dia kemudian mengaku bahwa nasi goreng adalah makanan kesukaannya.

“Intelijen Pak SBY masih kuat, bisa tahu kelemahan Pak Prabowo di nasi goreng, asal dikasih nasi goreng pasti setuju saja,” ungkap Prabowo.

 

Kapolri: Pemuda dan Mahasiswa Memiliki Peran Penting

Kapolri: Pemuda dan Mahasiswa Memiliki Peran Penting

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengadakan acara silaturahmi, dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia. Dalam sambutanya, Kapolri mengingatkan, pentingnya peran pemuda dan mahasiswa.

“Dalam perjalanan bangsa kita, peran pemuda dan mahasiswa memiliki peran nomor 1, untuk mendirikan dan mempertahankan,” ujar Tito saat memberikan sambutan, di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jalan Tirtayasa Raya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/7/2017).

Dalam acara yang bertemakan ‘Memperkokoh NKRI mewujudkan Kemajuan Bangsa’ dihadiri kapolda, kapolres dan jajaran Polda Metro Jaya. Tito mengatakan kita patut mensyukuri kondisi bangsa yang tetap utuh, meski terdapat potensi konflik yang tinggi.

“Kita perlu syukuri bangsa ini 72 tahun masih tetap utuh, dari potensi konflik yang tinggi. Saya melihat peran mahasiswa dan pemuda itu menjadi pilar utama,” kata Tito.

Ia mencontohkan, bagaimana peran mahasiswa dalam pergerakan. Salah satunya adalah pergerakan Budi Utomo, yang menjadi hati kebangkitan nasional.

“Pergerakan Budi Utomo kebangkitan nasional oleh mahasiswa, bukan oleh guru, bukan oleh polisi, bukan oleh yang lain-lain. Mahasiswa, (itu) sejarah. Jangan sampai, dianggap terjadi begitu saja” ujar Tito.

Tito mengatakan tantangan yang ada saat ini, bukan masalah internal. Melainkan bagaimana mampu, berkompetisi dengan bangsa lain.

“Saya melihat tantangan sekarang ini adalah, tantangan untuk berkompetisi dengan bangsa lain. Bukan masalah internal, untuk saling berkonflik,”kata Tito.

5 Fakta di Balik Sosok Novel Baswedan

5 Fakta di Balik Sosok Novel Baswedan

Novel Baswedan masih berjuang untuk kesembuhannya. Mata kiri sang penyidik senior KPK itu kini berselaput putih setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal beberapa waktu lalu.

Teror keji yang diterimanya tersebut membelalakkan mata publik, mengingat sepak terjang Novel di dunia pemberantasan korupsi. Apalagi, banyak kasus besar yang ditangani oleh sepupu Anies Baswedan tersebut.

Novel merupakan penyidik andal KPK. Dalam usia relatif muda, Novel yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 22 Juni 1977 itu telah mengungkap kasus-kasus besar di KPK.

Namun, bukan berarti usaha Novel memberantas korupsi selalu berjalan mulus. Berikut fakta-fakta seputar Novel Baswedan yang dirangkum Liputan6.com, Selasa (25/7/2017):

1. ‘Lahir’ di Kepolisian

Ternyata Novel Baswedan memulai kariernya sebagai anggota Polri. Dia lulus dari Akademi Polisi pada 1998. Lalu, pada 1999, ia ditugaskan di Polres Bengkulu sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) dengan pangkat komisaris. Di sini, Novel bertugas hingga 2005.

Karier Novel di Polres Bengkulu bersinar. Namun, suami Rina Emilda tersebut sempat tersandung kasus penganiayaan pencuri burung walet hingga menyebabkan si pencuri tewas.

Karena dalam kasus ini bukan Novel yang langsung menembak si pencuri, melainkan anak buahnya, maka karier Novel pun selamat. Dia kemudian ditarik ke Bareskrim Polri, dan pada Januari 2007, ayah lima anak itu mulai bertugas sebagai penyidik KPK.

2. Kasus Besar

Sejumlah kasus korupsi besar berhasil diungkap KPK berkat sepak terjang Novel. Pada 2011, Novel menangani perkara suap Wisma Atlet Sea Games Palembang yang telah merugikan negara Rp 30 miliar dan pengadaan Alkes dengan nilai Rp 7 miliar. Tersangka dalam kasus ini, yakni Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat yang berhasil dijebloskan ke penjara.

Masih pada 2011, Novel menyidik kasus suap pemilihan Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia dengan tersangka Nunun Nurbaeti Daradjatun. Kasus ini telah merugikan negara Rp 20,8 miliar.

Pada 2011, Novel juga terlibat dalam pengungkapan kasus suap dana percepatan infrastruktur daerah yang menjadikan Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka.

Lalu, pada 2012, Novel mengungkap kasus korupsi simulator SIM yang menyeret Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka. Kerugian negara di kasus ini Rp 121 miliar.

Pada 2012, Novel juga terlibat dalam penangkapan Amran Batalipu terkait suap penerbitan hak guna usaha perkebunan di Buol.

Kasus lain yang ditangani pada 2012 adalah korupsi PON Riau yang menyeret Gubernur Riau Rusli Zainal saat itu.

Selanjutnya, pada 2013, Novel menangani kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dengan tersangka Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaq.

Kasus besar lain yang ditangani pada 2013, yakni jual beli perkara sengketa pilkada di MK dan pencucian uang dengan tersangka Akil Mochtar. Kerugian negara dalam kasus ini, yakni Rp 46 miliar dan Rp 181 miliar.

Terbaru, Novel mengungkap kasus megakorupsi proyek e-KTP yang telah merugikan negara Rp 2,3 triliun. Tiga orang telah menjadi tersangka, satu orang lainnya, yakni Miryam S Haryani, menjadi tersangka karena keterangan palsu dalam perkara e-KTP.

3. Ditangkap Saat Menangani Korupsi Simulator SIM

Hubungan KPK dan Polri sempat memanas pasca-penggeledahan Markas Korlantas Polri pada 30 Juli 2012 yang dipimpin oleh Novel Baswedan.

Panasnya hubungan kedua institusi tersebut bertambah, ketika KPK menetapkan mantan Kepala Korlantas Inspektur Jenderal Djoko Susilo sebagai tersangka korupsi pengadaan simulator SIM.

Pada 5 Oktober 2012, Direskrimum Polda Bengkulu Kombes Dedi Irianto bersama dengan sejumlah petugas dari Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya pernah mendatangi KPK untuk menangkap Novel, saat dia menjadi penyidik korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) tahun anggaran 2011. Penyidik KPK itu dijerat kasus dugaan penganiayaan berat terhadap pelaku pencurian sarang burung walet.

Namun, pimpinan KPK menolak tuduhan tersebut karena menganggap Novel tidak melakukan tindak pidana. Bahkan, Novel disebutkan saat itu mengambil alih tanggung jawab anak buahnya serta telah menjalani sidang di majelis kehormatan etik Polri dengan hukuman mendapat teguran keras.

4. 9 Pencuri Sarang Burung Walet

Tiga tahun berselang, kasus dugaan penganiayaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet kembali diarahkan pada Novel Baswedan. Dia ditangkap penyidik Bareskrim Polri pada Kamis 1 Mei 2015 dini hari. Novel dijemput dan ditangkap di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan sempat ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Selain itu, kediaman Novel Baswedan juga digeledah oleh penyidik. Dia dinyatakan menjadi tersangka kasus penganiayaan berat terhadap pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004, sewaktu menjabat Kasat Reskrim Kepolisian Resor Kota Bengkulu.

Menurut Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Budi Waseso, sebelum ditangkap, Novel sudah dipanggil dua kali, tetapi tak pernah hadir. Karena itulah penangkapan itu dilakukan.

Sementara, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnaen mengatakan, penetapan tersangka itu bakal menyandera Novel sebagai penyidik. Selain itu, dia juga menilai kasus ini mencuat pada saat hubungan kepolisian dan KPK memanas karena dipicu penetapan tersangka terhadap calon kapolri saat itu, Komjen Budi Gunawan.

Novel didakwa dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat dan Pasal 422 tentang menggunakan sarana atau paksaan, baik untuk memeras pengakuan atau mendapatkan keterangan.

Meski sempat akan ditahan, akhirnya Novel dilepas karena jaminan pimpinan KPK saat itu. Awal 2016, publik kembali dikejutkan dengan fakta bahwa kasus ini sudah dilimpahkan Kejari Bengkulu kepada PN Bengkulu untuk disidangkan. Namun, kasus ini dinyatakan melampaui batas kedaluwarsanya pada 18 Februari 2016.

Sesuai Pasal 78 ayat 3 KUHP, kejahatan dengan ancaman penjara lebih dari tiga tahun dan melewati batas 12 tahun, maka hak menuntut hukuman tersebut gugur.

5. Teror Keji

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal, usai salat subuh di masjid dekat rumahnya, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa 11 April 2017.

Akibatnya, Kepala Satgas Kasus e-KTP itu terluka parah di wajahnya. Novel Baswedan sempat menjalani pengobatan di Singapura setelah sebelumnya dilarikan ke RS Mitra Keluarga dan Jakarta Eye Center.

“Mengenai mata saya, memang sedang dalam proses penyembuhan terutama mata kiri yang prosesnya perlu waktu dan perlu ada tahapan operasi agar bisa fungsi melihatnya kembali,” tutur Novel melalui video yang direkam Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak, saat menjenguk Novel di sebuah rumah sakit di Singapura. Video tersebut lalu diunggah di akun Facebook PP Pemuda Muhammadiyah.

Meski telah mendapatkan teror keji ini, Novel tetap menyerukan semangat kepada masyarakat Indonesia dalam memberantas korupsi. “Saya ingin sampaikan semangat kepada rekan-rekan semuanya. Bahwa saya tentunya dengan kejadian ini berharap tidak akan mengendur atau berkurang semangatnya,” ujar dia.

Kasatgas kasus e-KTP itu justru berharap agar kejadian yang menimpa dirinya dapat menambah semangat dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.

“Saya justru berharap dengan kejadian ini menambah semangat terkait dengan pemberantasan korupsi, terkait hal-hal lain yang merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua,” kata Novel.

Panglima TNI Kembali Enggan Tanggapi Dukungan Maju Pilpres 2019

Panglima TNI Kembali Enggan Tanggapi Dukungan Maju Pilpres 2019

Panglima TNIGatot Nurmantyo belum mau berkomentar banyak terkait dukungan partai politik kepadanya sebagai calon presiden (capres). Wacana dukungan terhadap Gatot sebagai capres sempat dilemparkan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Nasdem.

“Mau rapat ini juga sama Nasdem,” kata Gatot santai sambil terus berjalan menuju Ruang Komisi I DPR, Jakarta, Selasa 25 Juli 2017.

Pria berbadan tegap itu tetap tidak ingin memberikan tanggapan saat dimintai penegasan soal capres.

Mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini menolak ketika ditanya peluangnya sebagai capres pada 2019 mendatang. Gatot pun langsung masuk Ruang Komisi I DPR untuk rapat membahas anggaran.

“Tidak ada tanggapan,” singkat Panglima TNI Gatot.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengungkapkan soal kemungkinan partainya beralih dukungan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Pilpres 2019. Ia menyebut salah satu opsi yaitu menginginkan agar partainya berkoalisi dengan Partai Gerindra.

“Sekarang yang saya rasakan ke Pak Jokowi masih ada kemungkinan, tapi tidak besar juga (dukungannya). Artinya, kita bisa berkoalisi dengan Gerindra sangat mungkin, atau PAN memunculkan poros baru,” ucap Ketua DPP PAN Yandri Susanto, Senin 24 Juli 2017.

Bahkan, Yandri mengatakan partainya sudah memunculkan calon presiden alternatif yang akan menjadi pesaing Jokowi. Salah satunya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Tawaran alternatif misalkan di luar Pak Jokowi dan Pak Prabowo, alternatifnya itu sudah kami gadang-gadang Pak Gatot (Panglima TNI). Tapi ini kan belum diputuskan di internal partai,” kata Yandri.

 

Derita Siswa SMA 30 Garut Belajar di Tenda Darurat Sampai Pingsan

Derita Siswa SMA 30 Garut Belajar di Tenda Darurat Sampai Pingsan

Lima siswa SMAN 30 Garut, Kecamatan Cihurip, Jawa Barat yang sudah empat bulan belajar di tenda darurat pingsan saat proses belajar mengajar berlangsung. Mereka diduga tak tahan menahan cuaca panas karena belajar di tenda.

Deni Sahay, salah seorang guru, mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB, Senin, 24 Juli 2017. Saat itu, para siswa tengah melangsungkan proses belajar mengajar. Akibat teriknya panas matahari, tiga siswa kelas X dan dua siswa kelas XI akhirnya jatuh pingsan.

“Cuaca hari ini memang lagi panas. Apalagi belajar di tenda, makin panas saja saat siswa belajar, kasihan para siswa, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya.

Ia sudah melaporkan hal itu kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Namun hingga kini, belum ada perkembangan perbaikan untuk ketiga kelas yang rusak tersebut.

Meskipun cuaca tidak mendukung akibat terik panas matahari, kata dia, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa tetap berlangsung dengan kondisi panas dan pengap dalam kondisi tenda yang biasa dipergunakan bagi korban pengungsi bencana itu.

“Memang cukup mengganggu, apalagi kami baru selesai belajar sekitar pukul 14.45,” kata dia.

Dengan semakin rendahnya curah hujan saat ini, ia berharap perbaikan ruang kelas di SMAN 30 Garut segera dilakukan. “Memang suasana belajar sudah sangat tidak kondusif. Baik bagi siswa dan guru,” ujarnya.

Sebelumnya, pada hari pertama masuk sekolah dua pekan lalu, ratusan siswa SMA 30 Garut telah berdemonstrasi yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).

Dalam tuntutannya, mereka meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera memperbaiki kelas baru yang telah rusak akibat disapu puting beliung empat bulan lalu. Namun hingga kini, perbaikan kelas belum menunjukkan tanda-tanda.

Menteri Susi: Ada yang Mau Hantam Saya soal Impor Garam

Menteri Susi: Ada yang Mau Hantam Saya soal Impor Garam

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyatakan akan kembali memberikan rekomendasi impor garam konsumsi kepada PT Garam (Persero) untuk mengatasi kelangkaan stok akibat anomali iklim yang menyebabkan harga garam melonjak.

Namun sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus mengubah kode HS (Harmonized System) antara garam konsumsi dan garam industri.

“Nanti kita akan minta PT Garam impor lagi. Tapi saya mau pastikan kode HS, dan lainnya supaya tidak ada Direktur Utama PT Garam yang masuk bui lagi kan tidak lucu,” kata Susi saat Rapat Kerja RAPBN-P 2017 dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi menuturkan, sudah menggelar rapat dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dalam rapat tersebut, diputuskan Mendag harus mengubah kode HS antara garam konsumsi dan industri.

“Kalau aturan Permendag (Nomor 125 Tahun 2015) tidak diubah akan membuat siapa saja kena (masuk penjara). Seolah-olah salah kami,” ujar dia.

Untuk diketahui, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri menangkap dan menahan Direktur Utama PT Garam, Achmad Boediono, terkait kasus penyalahgunaan importasi garam.

PT Garam merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau pelaku industri garam yang diberikan penugasan dari pemerintah untuk mengimpor garam konsumsi. Achmad Boediono juga diduga mengubah konsentrasi kadar garam (NaCi) menjadi di atas 97 persen untuk importasi garam industri.

Susi menambahkan, KKP hanya memberikan rekomendasi impor garam konsumsi sesuai Permendag Nomor 125 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Garam. Ia mengakui, masih ada perbedaan mengenai persentase kadar garam antara garam konsumsi dan industri.

Garam konsumsi yang di maksud ini adalah garam dengan kadar Natrium Chlorida (NaCl) paling sedikit 97 persen yang digunakan untuk industri garam konsumsi beryodium.

“Jadi yang menyebabkan garam harganya sekarang naik karena petani tidak panen, kemudian PT Garam tidak impor lagi yang seharusnya sudah impor. Makanya nanti kami akan minta PT Garam impor kembali,” papar Susi.

Penunjukan PT Garam sebagai satu-satunya pelaku industri di Tanah Air yang boleh mengimpor garam konsumsi membuat pengusaha lain gerah. Susi menegaskan, “Ini persoalan yang dibikin, jadi ada ketidaksukaan comfort zone yang selama ini, impor kapan saja bisa. Tapi saya mulai atur dan mereka mau hantam balik dengan menjatuhkan situasi seperti ini.”

“Kalau kita mau lawan, kita tidak boleh menyerah. Saya ingin mengatur tata niaga melindungi petani garam dan konsumsi supaya harga jadi fair. Tapi ini memang PR kita bersama untuk mengatur pangan agar berkeadilan,” papar dia.

Susi mengatakan, “Karena (comfort zone) sudah berlangsung puluhan tahun dengan impor 2,7 juta ton per tahun dikalikan Rp 1.000 saja sudah lumayan besar. Kalau kita ubah sedikit (aturan) yang impor hanya PT Garam, marahlah semua.”

Setelah kode HS antara garam konsumsi dan industri, Susi bilang, yang harus dikontrol adalah impor garam konsumsi dan industri tidak boleh masuk ketika masa panen. “Garam industri pun tidak boleh bocor untuk konsumsi,” ujar dia.

Dari Labu Siam Tercipta Salep Pengobat Kanker Kulit

Dari Labu Siam Tercipta Salep Pengobat Kanker Kulit

Sekelompok mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti manfaat labu siam. Hasilnya, ekstrak sayur buah yang dikenal dengan sebutan jipang itu dijadikan salep dan bisa untuk mengobati kanker kulit.

Adalah Dwi Jami Indah Nurhasanah, Bening Larasati, Dea Febiansi, dan Dhella Apriliandha Roshitafandi yang mengadakan penelitian untuk mengetahui senyawa antikanker dalam labu siam secara detail.

Mereka mengadakan uji kualitatif, uji kuantitatif, serta uji anti proliferasi menggunakan sel line yang memiliki sifat proliferasi yang sama dengan sel kanker. Sampel yang diuji berupa ekstrak labu siam dalam bentuk pasta.

Uji kualitatif adalah uji kromatografi lapis tipis, sedangkan uji kuantitatif adalah uji spektrofotometri. Dalam pengujian, labu siam dibagi menjadi tiga parameter berdasarkan ukuran buahnya. Asumsinya, semakin besar ukuran buah, maka umur dari buah tersebut semakin tua.

“Hasilnya, menunjukkan dari ketiga parameter umur labu siam yang digunakan, semuanya mengandung senyawa saponin dan flavonoid yang merupakan senyawa metabolit sekunder dan mempunyai sifat sebagai antikanker,” ucap Indah, belum lama ini.

Selanjutnya, mengolah labu siam menjadi ekstrak. Ekstrak tersebut diolah dalam bentuk salep dan hasil uji antiproliferatif menunjukkan positif. “Artinya, ekstrak labu siam yang diujikan dapat menghambat pertumbuhan sel,” ujar mahasiswa UGM tersebut.

Indah menuturkan, penelitian ini bermula dari keprihatinan terhadap kanker kulit Melanoma maligna merupakan salah satu jenis kanker yang bersifat ganas, cepat menyebar, dan menyebabkan kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat, setidaknya terdapat 3.300 kasus melanoma baru yang terjadi setiap tahun di Indonesia. Melanoma dapat muncul pada kulit normal atau berawal dari tahi lalat. Perubahan tahi lalat normal menjadi melanoma ini terkadang tidak disadari oleh sebagian besar masyarakat.

Mahasiswa UGM ini menilai, selain sebagai terobosan unik, salep tersebut juga meningkatkan nilai ekonomis labu siam yang selama ini hanya dianggap sebagai sayur pelengkap. Padahal, labu siam memiliki banyak manfaat lainnya

Cita-Cita Bocah SD Ini Bikin Jokowi Tertawa

Cita-Cita Bocah SD Ini Bikin Jokowi Tertawa

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau. Ia menghibur anak-anak dengan beberapa trik sulap yang ia pelajari beberapa hari sebelumnya.

Selain memamerkan pertunjukan sulap, Jokowi juga menyelipkan pesan tentang perilaku bullying atau perundungan di kalangan pelajar yang marak terjadi akhir-akhir ini.

“Tugasnya anak-anak harus belajar yang keras, tidak boleh ada yang mem-bully, mencela, cemooh,” nasihat Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, seperti dilansir Antara, Minggu (23/7/2017).

Kepada anak-anak, Jokowi mengajak agar belajar saling menghargai dan saling membantu kepada teman. Jangan pernah menyakiti teman.

“Harus saling menghargai, bantu menolong. Kalau ada teman sakit ditengok, pas nengok jangan lupa bawa roti, bawa makanan biar cepat sembuh. Setuju kalau mencemooh, mengejek itu tidak boleh?” tanya Presiden kepada anak-anak.

“Setuju,” jawab anak-anak, kompak.

Seperti biasa, pada kesempatan kali ini, Jokowi juga membagi-bagikan sepeda kepada anak-anak, dengan terlebih dulu memberikan kuis.

Kuis pertama Jokowi dimulai dari pertanyaan kepada seorang anak bernama Rafi Fadila, dari SD N 36 Pekanbaru, yang bercita-cita menjadi YouTuber kaya.

Mendengar tingkah lucu dan polos Rafi tersebut, Jokowi semakin bersemangat melontarkan pertanyaan.

“Boleh, termasuk menjadi petani yang sukses, jadi dokter yang baik, dan termasuk Youtuber, dengan giat belajar,” kata Jokowi.

Tidak hanya Rafi, sejumlah pelajar lainnya juga berkesempatan mengikuti kuis dari Presiden. Mulai dari pernyataan tentang nama-nama provinsi, hingga pertanyaan terkait alat-alat pernapasan pada hewan.

“Saya bangga anak-anak mukanya cerah, tentu menggambarkan memiliki optimisme. Ada yang bisik-bisik, pak minta selfie, berani sekali kan,” ujar Jokowi, tersenyum.

Kekerasan Anak di Riau Tinggi

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise mengakui bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi, khususnya di Riau.

“Ada hal lain yang menjadi masalah di seluruh Indonesia, khususnya di Riau. Riau tercatat terbesar nomor dua di Indonesia untuk kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), pernikahan dini anak, dan lebih miris lagi trafficking anak di Batam, termasuk Tanjung Pinang,” ujar dia dalam sambutannya.

Yohanna berharap agar Forum Anak Nasional yang menjadi wadah pendahuluan peringatan Hari Anak Nasional (HAN), dapat bersama-sama pemerintah menyosialisakan kampanye anti-kekerasan terhadap anak-anak.

“Ibu Menteri tadi menanyakan langsung, apakah masih ada pernikahan usia muda? Anak-anak masih kecil dipaksakan untuk menikah, apakah anak-anak setuju menikah di usia muda?” tanya Yohana kepada anak-anak.

“Tidak,” jawab anak-anak.

“Setelah itu masih ada kasus kekerasan terhadap anak, orangtua masih pukul anak tidak?” tanya Yohana, lagi.

“Masih,” jawab anak-anak.

“Wah, ini berarti keluarga belum ramah anak, di sekolah guru-guru masih pukul anak tidak?” tanya Yohana.

“Masih,” jawab anak-anak yang berjumlah sekitar 3.000 itu.

“Mana gurunya dipanggil ibu Menteri. Berhadapan dengan anak-anak tidak boleh ada kekerasan fisik, tidak boleh ada baku pukul, tidak boleh ada bullying anak-anak, diingatkan, jangan ada bullying anak,” Yohana menegaskan.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Istri Wakil Presiden, Mufida Kalla.

Selain itu, Menteri Sekretariat Kabinet Pratikno, Kepala Badan Kreatif Indonesia Triawan Munaf, serta Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat beserta istri.

Perbedaan Sebagai Penguat Bukan Menghancurkan

Perbedaan Sebagai Penguat Bukan Menghancurkan

Keberlangsungan suatu negara dan bangsa sangat ditentukan oleh tekad persatuan dan kesatuan, serta sinergi yang positif di antara berbagai komponen bangsa untuk menjaganya.

Pernyataan ini disampaikan oleh F Iriani Sophiaan, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) saat memandu acara diskusi publik bertema ‘Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia’, yang digelar BARA UI, Sabtu (22/7/2017), di Jakarta.

Menurut dosen yang aktif di Forum Bela Negara Alumni UI (BARA UI) ini, pro dan kontra di antara pilar kebangsaan adalah hal biasa, yang harus dihargai sebagai dinamika yang melekat, dan merupakan keniscaayaan yang tak mungkin dinegasikan.

“Kondisi pro kontra seharusnya menjadi penguat dan terus bergerak dalam mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Bukan sebaliknya untuk menghancurkan,” kata Iriani.

Terkait hal ini, lanjut dia, Indonesia beruntung memiliki prasyarat yang terbingkai menjadi satu.

Di tempat yang sama, pengajar di King Fahd University, Arab Saudi, Profesor Sumanto Al Qurtuby mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak terpengaruh dengan situasi konflik di Timur Tengah.

Sebab, kata Sumanto, konflik di Timur Tengah sebetulnya tidak terkait keagamaan seperti yang dipersepsikan masyarakat Indonesia selama ini, melainkan lebih karena perebuatan kekuasaan atau politik.

Karena itu, kata dia, jangan memaknai konflik di Timur Tengah sebagai konflik agama.

“Indonesia jangan terpengaruh ke sana. Itu semata-mata karena politik,” ucap Sumanto yang juga mengajar di Nasional University Singapura.

Sumanto menjelaskan, di Timur Tengah, kelompok Sunni dan Syiah hanya merupakan faksi, dan keduanya tidak saling memerangi. Sebaliknya keduanya berperang melawan kelompok radikal.

Jepang Kuasai Hari Kedua Asian Triathlon Championship 2017

Jepang Kuasai Hari Kedua Asian Triathlon Championship 2017

Hari kedua perhelatan Asian Triathlon Championship (ASTC) 2017 bertempat di kompleks Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (22/7/2017) mempertandingkan kelas U23, Elite Men dan junior. Jepang kembali menunjukan kelasnya sebagai yang terbaik di Asia. Sebelumnya di kategori putri seluruhnya direbut oleh negara Matahari Terbit tersebut.

Pada kategori pria, kelas elite men dan U23 Jepang menempatkan urutan satu sampai tiga yang diikuti sebanyak 63 peserta. Atlet Indonesia yang turun yaitu Jauhari Johan, Novaris dan Ahlul berada di urutan tengah.

Untuk kategori elite men dimenangkan oleh Jumpei Furuya dengan catatan waktu 01.54.22 menit. Urutan kedua Makoto Odakura dengan waktu 01.54.48 dan urutan ketiga Tamaguchi dengan waktu 01.54.56 menit yang seluruhnya merupakan atlet Jepang.

Di kelas U23 tiga atlet Jepang kembali berdiri di atas podium urutan pertama Koki Yamamoto dengan wakti 01.58.09 menit, urutan kedua Takanori Sugihara dengan waktu 01.59.46 menit dan urutan ketiga Genta Uchida dengan waktu 02.00.36 menit.

Sedangkan peserta junior men berjumlah 56 ini, menempatkan Hong Kong di urutan pertama, Taipei di urutan kedua dan China di tempat ketiga.

Lomba dimulai dengan renang sepanjang 1,5 kilometer di venue dayung, disambung dengan bersepeda menempuh jarak 40,7 kilometer (6 lap) dan lari 10 menempuh jarak 10,3 kilometer (4 lap) dengan total jarak sekitar 52 kilometer untuk kelas elite dan U23.

Untuk kelas junior peserta harus menyelesaikan renang selama 750 meter, sepeda 20,35 km (3 lap ) dan lari 5,15 km (2 lap).

Saat pertandingan kondisi cuaca cukup terik, yaitu 28 derajat celsius. Kondisi ini membuat atlet keletihan saat menyentuh garis finis.

Novaris atlet Indonesia yang turun di kelas elite harus keluar lebih cepat karena mengalami cedera di dua lap terakhir tahapan lari.

Pelatih Jepang, Jhon Maurice Patrick mengaku bangga karena dari kategori putri dan putra bisa menjuarai di kelasnya masing-masing. Hal itu diakui tidak terlepas dari porsi latihan yang diberikan tim pelatih dalam menyambut ASTC ini.

“Sudah diprediksi Jepang akan menang, karena banyak atlet Jepang yang berpotensi menjadi penguasa Triathlon tingkat Asia ini,” ungkap dia.

Juara pertama kelas elite men, Jumpei Furuya bangga bisa menjadi yang tercepat dan mengalahkan atlet sesama Jepang. Bahkan peringkat satu Asia yaitu Odukora bisa dikalahkannya.

“Meski bersaing dengan sesama Jepang kami harus sportif, saat lomba tadi benar-benar menguras tenaga karena cuaca yang sangat panas,” ungkapnya.

Presiden Triathlon Indonesia, Mark Sungkar menerangkan setelah dua hari event di gelar bisa dikatakan sukses meskipun masih ada kekurangan. Baik Presiden ITU dan ASTC memuji panitia pusat maupun lokal yang mampu menyelenggarakan gelaran sebagai tes event Asian Games.

Dihari terakhir atau race ketiga, Minggu (23/7) masih mempertandingkan kelas mixed relay tim dan age grup start yang dimulai pukul 07.00.